Minggu, 03 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Dicibir saat Siarkan Berita Teror Nice, Jurnalis Berjilbab Melawan

Internasional

Dicibir saat Siarkan Berita Teror Nice, Jurnalis Berjilbab Melawan

Kamis, 21 Jul 2016 11:28
Daily Mail
Fatima Manji penyiar berjilbab yang dicibir saat membacakan berita teror Nice.

LONDON - Fatima Manji, penyiar di Channel 4 News yang dicibir saat menyampaikan berita teror berdarah di Nice, Prancis, hanya karena dia berjilbab kini melawan. Jurnalis ini mengatakan bahwa cibiran terhadapnya sebagai bentuk nyata dari Islamofobia. 

Cibiran terhadap Fatima semula muncul dari kolomnis The Sun, Kelvin MacKenzie. Kolomnis ini mengatakan, sosok penyiar seperti Fatima tidak bisa dipercaya dari sorot matanya ketika menyampaikan berita teror berdarah di Nice yang menewaskan puluhan orang.

MacKenzie bahkan mempertanyakan apakah itu tepat bagi Fatima yang berjilbab untuk muncul. "Apakah itu pantas baginya untuk berada di kamera ketika ada lagi pembantaian mengejutkan oleh seorang Muslim?," kata kolomnis itu mengacu pada sosok sopir truk yang menabrak kerumunan massa yang merayakan Bastille Day, di Nice, beberapa hari lalu.

Fatima melawan dengan mengkritik balik Mackenzie yang dia sebut berambisi untuk memaksa siapa saja yang terlihat berbeda dari layar publik.

Fatima sudah empat tahun jadi jurnalis di program berita televisi yang berbasis di London itu. Pada Jumat malam lalu, dia menyiarkan berita pembantaian dalam perayaan Bastille Day yang menuai komentar sinis dari MacKenzie.

Fatima membalas cibiran itu dengan menulis di Liverpool Echo. "Ini berbahaya untuk menganggap MacKenzie dan mereka yang menggemakan sentimen Islamophobia sebagai penjahat pantomim belaka. Kotak sabun mereka memungkinkan mereka untuk menyebarkan makian yang kurang informasi, tidak bertanggung jawab dan jahat kepada jutaan pembaca," tulis Fatima.

"Retorika rasis dan Islamofobia memiliki konsekuensi nyata, nyawa dan kehancuran di negeri kita sendiri," lanjut jurnalis perempuan ini, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (21/7/2016).

Fatima mengaku tidak mengharapkan permintaan maaf dari Mackenzie. Namun, dia jujur merasa sedih setelah serangan di Nice. Dia lantas memperingatkan bahwa kolom MacKenzie akan menghalangi beberapa orang yang mengejar karier di jurnalistik. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.