Minggu, 03 Mei 2026

Internasional

Gagal Move On, Model Bikini Tembak Mati Mantannya

Senin, 30 Mei 2016 10:08
Facebook
Mayka Kukucova tega membunuh mantan pacarnya gara-gara tak bisa move on setelah diputuskan

MÁLAGA – Sempat menghilang beberapa saat, Mayka Kukucova akhirnya menyerahkan diri dan diekstradisi dari negara asalnya, Slovakia ke Spanyol untuk menjalani persidangan di Pengadilan Kota Málaga.

Air matanya bercucuran. Tangisnya tak berhenti sepanjang persidangan dan sesi putusan hakim, di mana model bikini tersebut divonis bersalah.

Kini, Mayka masih harus menunggu vonis pengadilan yang digadang-gadang akan menjebloskannya selama 15-20 tahun penjara.

Model seksi berusia 26 tahun itu dinyatakan bersalah, atas pembunuhan mantan pacarnya, Andrew Bush yang juga seorang duda berusia 48 tahun asal Bristol, Inggris.

Korban yang juga jutawan dan pebisnis perhiasan, ditembak di kepalanya dan lengannya saat masuk ke vila sewaannya di Costa del Sol, Estepona, Spanyol pada 5 April 2015 silam.

Mayka yang pernah berpacaran dengan Bush semasa sang model bekerja di toko perhiasan korban, Gold Trader, tak terima ketika tahu Bush punya pacar baru yang juga seorang editor cantik, Maria Korotaeva.

Gagal move on, Mayka pun mendobrak masuk ke vila Bush dan sempat menunggu selama dua hari di dalamnya, hingga kedatangan Bush dan Maria pada 5 April 2014.

Sontak, Mayka menodongkan pistol dan tiga butir timah panas menembus kepala dan lengan Bush. Seketika Bush tumbang tak bernyawa, Mayka melarikan diri. Sementara Korotaeva segera menelefon polisi dan petugas medis.

Tapi nyawa Bush tak tertolong. Adapun Mayka diketahui "mudik" ke Slovakia sampai akhirnya menyerahkan diri beberapa waktu lalu.

Dalam sidang sesi putusan hakim, mantan istri Bush, Sam Mason dan Korotaeva sendiri dihadirkan. Dalam pernyataannya, Mason masih memendam dengki, lantaran Ellie, putrinya dari hasil pernikahannya dengan Bush, takkan memiliki sosok ayah lagi.

"Dua puluh tahun untuk pembunuhan yang pengecut. Semoga dia membusuk (di penjara). Dia tak pernah meminta maaf kepada putri saya. Dasar sundal rendahan," seru Mason, dinukil Daily Record, Senin (30/5/2016).

"Tidak ada hukuman yang cukup untuk menyetarakan penderitaan keluarga kami. Kelak dia akan keluar dari penjara, sementara Andrew akan tetap di dalam makamnya. Itu yang membuat sakit hati. Seperti film horor dalam kehidupan nyata," tambahnya. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.