- Home
- Internasional
- Geng Pemotor New Zealand Akan Jaga Warga Muslim Saat Salat Jumat
Internasional
Geng Pemotor New Zealand Akan Jaga Warga Muslim Saat Salat Jumat
Kamis, 21 Mar 2019 13:32
Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Kamis (21/3/2019), Sonny Fatu, pemimpin geng pemotor Mongrel Mob, yang didominasi etnis Maori, untuk wilayah Waikato, menyatakan kelompoknya akan mengamankan Masjid Jamia di Hamilton, North Island.
"Kami akan mendukung dan membantu saudara-saudara muslim kami seberapa lama pun mereka membutuhkan kami," ucap Fatu seperti dikutip media lokal New Zealand, Stuff.co.nz.
Ditambahkan Fatu bahwa kini saat untuk bersatu. Dia juga menyebut bahwa Islam seringkali disalahartikan. "Perbedaan-perbedaan kita menjadi lem yang merekatkan kita bersama. Kita sekarang harus fokus tidak pada di mana kita, tapi ke mana kita akan bergerak. Mari perbaiki lubang-lubang di kapal kita dan atur ulang strategi untuk sisa perjalanan kita," ucapnya.
Mongrel Mob yang aktif sejak tahun 1960-an merupakan geng jalanan terorganisasi yang berbasis di New Zealand. Kelompok ini memiliki lebih dari 30 cabang, dengan yang paling aktif ada di wilayah King Country, Opotiki, Waikato dan Hastings. Meski dikenal sebagai kelompok yang melakukan pelanggaran hukum, geng ini juga melibatkan diri dalam sejumlah aksi layanan masyarakat.
Tidak hanya Mongrel Mob di Waikato yang mendukung warga muslim usai teror di Christchurch. Geng lain seperti King Cobra, Black Power juga cabang Mongrel Mob lainnya juga menunjukkan dukungan mereka. Bahkan dilaporkan cabang Mongrel Mob di Sydney, Australia melakukan patroli di sekitar masjid setempat.
"Kami akan menyambut mereka untuk datang ke dalam masjid dan berdoa bersama kami. Mereka adalah bagian dari kami seperti kami adalah bagian mereka," ucapnya.
"Islam itu inklusif, bebas dari penghakiman -- kami tidak melihat anggota-anggota geng, kami melihat mereka. Kami menghargai mereka sebagai manusia dan kami mengapresiasi bahwa mereka menghargai kami juga," imbuh Mohsin dalam tanggapannya.
Sedikitnya 50 orang tewas dalam aksi teror di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch. Pelaku yang bernama Brenton Tarrant (28), seorang warga Australia, melepas tembakan secara brutal ke arah para jemaah yang sedang salat Jumat pada 15 Maret lalu. Tarrant telah ditangkap dan didakwa atas pembunuhan.
Sumber: detik.com Internasional
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau