Minggu, 03 Mei 2026

Internasional

Guru Mabuk Pukuli Murid dengan Sapu

Sabtu, 02 Jul 2016 13:05
CEN/Mirror
Guru di China pukuli murid dengan sapu.

GANSU – Seorang guru di wilayah Li, di barat laut Provinsi Gansu, terekam kamera ponsel memukuli beberapa muridnya dengan sapu. Tampak jelas, ia menggeplakan sapu ke muridnya dengan berang. Satu per satu mereka dipermalukan di depan teman-teman sekelasnya.

Tidak hanya memukul keras tepat di kepala, sedikitnya tiga siswa itu juga dihujani gebukan di punggung dan kaki serta didorong dengan kasar.

Berdasarkan laporan Mirror, Sabtu (2/7/2016), insiden itu terjadi pada saat diadakan kelas malam. Beberapa siswa datang terlambat dan saat pelajaran dimulai, mereka sama sekali tidak memperhatikan, malah membuat ribut.

Melihat kelasnya semakin tidak terkendali, Wang Xie lantas marah dan memanggil mereka ke depan kelas. Sambil dibariskan, mereka dihajar habis-habisan baru kemudian dikeluarkan dari kelas. Peristiwa kekerasan dalam kelas itu direkam seorang murid lain dari tempat duduknya.

Rekaman itu tersebar di dunia maya sehingga memicu para orangtua memprotes keras tindakan si guru ke pihak sekolah. Usut punya usut, ternyata dia mengajar dalam keadaan mabuk pada hari itu. Akibatnya, Wang Xie, guru yang menghukum sadis muridnya itu, diskors dari profesinya.

Sampai berita ini dimuat, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Pasalnya, pihak sekolah menjelaskan bahwa guru yang bersangkutan sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada para murid dan orangtuanya.

Mereka yang terluka juga sudah dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Pada dasarnya, pukulan itu tidak meninggalkan cedera parah. Sementara itu, mengenai Wang yang mabuk dan kehilangan kendali, otoritas setempat belum bisa memberi kepastian.

Kasus serupa akhir-akhir ini juga marak terjadi di Indonesia. Seorang guru di Sidoarjo, Jawa Timur dipidanakan hanya karena mencubit seorang siswanya yang bolos ikut salat berjamaah. Namun begitu, berbeda dengan Wang Xie, Sambudi hanya bermaksud menegur. Ia juga tidak menghukum anak itu hanya karena didasari rasa kesal atau geram.

Akan tetapi, orangtua si anak yang merupakan anggota TNI tidak terima dan menuduhnya melakukan penganiayaan. Sidang dugaan kasus penganiayaan siswa SMP itu sempat ramai karena terdakwa mendapat dukungan moral dari ratusan guru PGRI se-Sidoarjo. Mereka berdemo di depan PN Sidoarjo sebelum sidang berlangsung. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.