- Home
- Internasional
- HISTORIPEDIA: Kekejaman Vampir Pertama dalam Sejarah, Elizabeth Bathory Terungkap
Internasional
HISTORIPEDIA: Kekejaman Vampir Pertama dalam Sejarah, Elizabeth Bathory Terungkap
Senin, 26 Des 2016 09:28
Bathory memang telah dikenal di wilayah itu karena perbuatan keji dan pembunuhan yang dilakukannya kepada para pelayan dan petani. Namun, dia memegang gelar bangsawan dan memiliki kerabat berpangkat tinggi yang membuatnya tidak tersentuh oleh pengadilan rakyat.
Tokoh yang sering disebut-sebut sebagai vampir pertama dalam sejarah itu lahir di Transylvania pada 1560 dalam keluarga terpandang yang beranggotakan raja-raja, kardinal, ksatria dan hakim. Meski banyak orang-orang hebat, ternyata dalam keluarga Bathory juga terdapat beberapa orang sinting dan sakit.
Salah satu paman Bathory diketahui terlibat dalam kepercayaan satanisme sementara bibinya mengajarkan Bathory mengenai sadomasokisme. Setelah menikah dengan Count Nadady pada usia 15 tahun, Bathory tinggal di Kastil Csejthe. Untuk menyenangkan istrinya, sang suami membuat sebuah ruangan penyiksaan sesuai dengan keinginan Bathory.
Metode penyiksaan Bathory sangat kejam. Dia menusukkan jarum atau paku ke bawah kuku para gadis pelayannya, mengikat mereka dan melumurinya dengan madu sehingga lebah dan semut tertarik dan menyerang. Walau suaminya ikut berpartisipasi dalam beberapa penyiksaan, dia juga berperan menahan kekejaman Bathory. Saat Count Nadady meninggal pada 1600-an, perbuatan Bathory semakin menjadi.
Dengan bantuan mantan perawatnya Ilona Joo dan penyihir Dorotta Szentes, dia mulai melakukan penculikan gadis-gadis petani untuk disiksa dan dibunuh. Seringkali dia memakan potongan daging korban-korbannya, bahkan seorang gadis dipaksa untuk memasak dan memakan potongan dagingnya sendiri. Bathory percaya darah perempuan bisa membuatnya terlihat muda dan cantik.
Karena keluarganya merupakan kepala daerah setempat, kejahatan tidak pernah dihiraukan sampain akhirnya pada 1610 Raja Matthias ikut turun tangan. Alasan campur tangan sang raja adalah perbuatan Bathory yang mulai mencari korban dari kalangan putri bangsawan.
Bathory dan komplotannya akhirnya diadiliatas 80 tuduhan pembunuhan pada Januari 1611. Mereka divonis bersalah atas semua tuduhan tersebut, tetapi hanya Bathory yang terhindar dari hukuman mati. Dia dihukum kurungan di sebuah ruangan kasti yang hanya memiliki celah untuk keluar masuk udara dan kiriman makanan dan minuman. Bathory menjalani hukuman tersebut selama tiga tahun hingga akhirnya ditemukan tewas pada Agustus 1614. (okezone.com)
Internasional
Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.
Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.
Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati
Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa
Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana
Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas
Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan
I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir
Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor