- Home
- Internasional
- HISTORIPEDIA: Soviet Mengambil Alih Afghanistan
Internasional
HISTORIPEDIA: Soviet Mengambil Alih Afghanistan
Selasa, 27 Des 2016 10:03
Untuk melenggangkan kekuasaanya di Afghanistan, Karmal harus menggulingkan dan membunuh Presiden Hafizullah Amin. Dengan bantuan pasukan USSR, sang Perdana Menteri melakukan kudeta militer yang dimulai tepat 37 tahun yang lalu pada 27 Desember 1979 pukul 19.00 waktu setempat.
Operasi militer yang dinamai Badai-333 itu berlangsung selama satu hari penuh. Berakhir saat sebuah stasion radio di Kabul menyiarkan berita eksekusi Presiden Amin yang saat itu memang sudah kehilangan popularitasnya.
Menumbangkan satu rezim dan mendirikan era pemerintahan baru, tidaklah menyelesaikan masalah di dalam negeri Afghanistan. Pemakzulan Amin melahirkan pasukan pemberontak yang dikenal dengan Mujahideen. Sementara penempatan Karmal tak lebih dari pemerintahan boneka ala Soviet.
Namun seperti dilansir dari History, Selasa (27/12/2016), perkawinan Soviet dan Karmal ini tidak berlangsung lama. Mujahideen terus memberontak hingga 10 tahun dan mengakhiri pemerintahan boneka tersebut.
Kekalahan Soviet di kemudian hari meninggalkan utang besar bagi pewarisnya, Rusia. Perang saudara yang berkepanjangan di Afghanistan juga berbuah kematian ribuan orang Soviet. Hal ini juga mengakhiri ketegangan hubungan antara USSR dan Amerika Serikat.
Kala itu, Presiden AS Jimmy Carter menanggapi intervensi Soviet di Afghanistan dengam mencabut perjanjian SALT II yang sudah dipertimbangkan Kongres. Perjanjian yang ditandatangani pada Juni 1979 tersebut dirancang untuk mengembargo pengiriman kendaraan bersenjata nuklir antara AS dan Soviet.
Carter juga menghentikan pengiriman gandum ke Soviet dan memerintahkan Negeri Paman Sam untuk memboikot Olimpiade 1980 yang akan diselenggarakan di Moskow. Reaksi internasional terhadap seruan itu sangat luar biasa.
Timur Tengah menjadi kawasan paling kacau selama 1980. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) lantas mendesak Soviet segera mundur dari intervensi politiknya di Afghanistan. Bahkan negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) jadi terpecah soal keabsahan legalitas pasukan Soviet ke Afghanistan. (okezone.com)
Internasional
Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.
Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.
Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati
Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa
Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana
Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas
Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan
I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir
Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor