- Home
- Internasional
- HISTORIPEDIA: Uni Soviet Pamerkan Pesawat Supersonik Komersial Pertama Dunia
Internasional
HISTORIPEDIA: Uni Soviet Pamerkan Pesawat Supersonik Komersial Pertama Dunia
Sabtu, 31 Des 2016 10:58
Pada 1962, Prancis dan Inggris menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan pesawat komersial dengan teknologi supersonik. Melihat ada kesempatan untuk ikut mengembangkan, pada 1967, Presiden Amerika Serikat (AS) John F Kennedy juga mengajukan proyek serupa.
Hal itu langsung membuat geram pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev. Ia langsung memerintahkan para insinyur penerbangan terbaik di negaranya untuk mengalahkan Barat dalam menciptakan pesawat komersial supersonik pertama dunia.
Namun, untuk membuat pesawat tersebut tidaklah mudah karena terdapat beberapa syarat. Pertama, mesin pesawat harus dua kali lebih kuat dibandingkan pesawat jet biasa. Kedua, rangka pesawat itu harus memiliki daya tahan yang sangat tinggi untuk menahan tekanan besar dari gelombang kejut serta ketahanan terhadap suhu yang tinggi akibat gesekan udara.
Di AS, perusahaan Boeing berhasil membuat purwarupanya, namun pesawat itu dianggap tidak sempurna karena desain sayap-ayunnya. Sedangkan perkembangan Inggris-Prancis lebih menjanjikan dan membuat Kruschev memerintahkan Badan Intelijen Soviet untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin dari purwarupa pesawat komersial supersonik milik Prancis-Inggris.
Namun, langkah spionase itu terungkap pada 1965, ketika Prancis menangkap Sergei Pavlov, kepala dari Maskapai Aeroflot milik Soviet di kantor cabang Paris. Prancis menuduh Pavlov secara ilegal mendapatkan informasi rahasia dari proyek supersonik Prancis.
Ternyata, Pavlov tidak bekerja sendiri. Ada satu mata-mata Soviet yang belum ditangkap dan terus memberikan infomasi terkait pengembangan pesawat supersonik tersebut ke negaranya hingga 1967, di mana ia akhirnya ditangkap. Tiga bulan sebelum Prancis dan Inggris memperlihatkan karya mereka, Uni Soviet berhasil mendahului.
Pada 31 Desember 1968, Uni Soviet memamerkan Tu-144 kepada dunia dan menjadikannya sebagai pesawat supersonik komersial pertama yang ada di dunia. Pada tanggal yang sama, Soviet juga melakukan uji coba terhadap Tu-144 untuk memastikan pesawat itu layak terbang.
Barulah pada 1969, Prancis-Inggris memperlihatkan pesawat buatan mereka dan mengadakan uji coba. Dua tahun kemudian, AS menghentikan pengembangan pesawat supersonik komersial mereka akibat dana serta kekhawatiran terhadap lingkungan. Penghentian tersebut pun menjadikan Uni Soviet serta Inggris-Prancis menjadi pemilik teknologi tersebut.
Namun, kedua pesawat itu masih belum digunakan untuk penerbangan komersial sehingga Uni Soviet dan Inggris-Prancis terus melakukan sejumlah tes hingga 1973.
Pada 1973, Tu-144 terbang ke Paris Air Show di Bandara Le Bourget untuk membuat publik di Barat dapat berinteraksi langsung dengan pesawat itu. Pesawat supersonik milik Inggris-Prancis juga ada di sana. Pada 3 Juni 1973, pesawat karya Inggris-Prancis terbang dengan sempurna dan memukau para pengunjung Paris Air Show.
Saat Tu-144 memamerkan kemampuannya, sebuah insiden terjadi. Pada saat pesawat itu sedang mengudara dengan arah yang tajam ke atas, Tu-144 mendadak kehilangan kendali dan menghantam ke tanah sehingga menyebabkan enam kru pesawat asal Soviet serta delapan warga Prancis tewas.
Penyidik dari Uni Soviet dan Prancis memutuskan terjadi kesalahan dari sang pilot Tu-144. Namun, setelah penyelidikan bertahun-tahun kemudian, terungkap ada pesawat intelijen Prancis yang sedang mengambil foto Tu-144 tanpa diketahui sang pilot sehingga membuatnya terkejut dan memicu terjadinya insiden tersebut.
Namun setelah pengembangan lebih lanjut, ternyata terungkap Tu-144 memiliki beberapa permasalahan akibat desain yang dibuat tergesa-gesa, sehingga pesawat itu telat untuk digunakan sebagai pesawat untuk masyarakat umum. Pesawat milik Paris-Prancis yang dikenal dengan nama Concorde terlebih dahulu masuk ke ranah penerbangan komerisal pada Januari 1976 dan memenangkan perlombaan pengembangan pesawat supersonik komersial. (okezone.com)
Internasional
Bikin Gaduh, Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Pemindahan Gerbong Wanita
JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait pemindahan gerbong khusus wanita ke tengah. Pernyataanny
Pesawat Boeing 737 Membawa 48 Penumpang Tabrak Drone di Ketinggian 3.000 Kaki
SAN DIEGO â€" Awak pesawat United Airlines melaporkan bahwa mereka menabrak sebuah drone pada Rabu (29/4/2026) saat mendekati landasan untuk mendarat di Bandara Internasional San Diego.Penerbanga
Berang Dikritik Terkait Perang Iran, Trump Ancam Kurangi Pasukan AS di Jerman
WASHINGTON â€" Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (28/4/2026) mengkritik Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait perang di Iran. Kritik ini muncul sehari setelah Merz menyataka
Penasihat Militer: Iran Punya Banyak Cara Patahkan Blokade AS, Termasuk Konfrontasi
JAKARTA â€" Penasihat militer utama Pemimpin Tertinggi Iran menyatakan bahwa blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran "akan gagal". Ia memperingatkan bahwa Teheran dapat mem
Kemendag Godok Naikkan HET Minyakita
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menyiapkan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng rakyat Minyakita. Langkah ini diambil menyusul kondi