Minggu, 03 Mei 2026

Internasional

Hadiri Acara Buka Bersama, Menteri Israel Picu Amarah Palestina

Sabtu, 25 Jun 2016 12:07
Reuters
Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked.

HAIFA – Warga Palestina mengecam kehadiran Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked pada acara buka puasa bersama yang berlangsung Rabu, 22 Juni lalu. Perempuan berusia 40 tahun itu menghadiri acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengacara Distrik Haifa bersama 200 orang pengacara Palestina.

Ayelet Shaked dikenal sebagai seorang tokoh rasis yang pernah menyerukan genosida terhadap warga Palestina melalui posting Facebooknya. Dia juga pernah menyerukan pembunuhan terhadap para ibu warga Palestina yang dianggap membesarkan "para ular" dan menyampaikan beberapa pernyataan yang mendukung pembunuhan selama agresi Israel di Gaza pada 2014.

"Alasan terburuk yang pernah saya dengar mengenai acara buka puasa Ramadan bersama Shaked adalah bahwa dia akan mengumumkan pembentukan pengadilan kehakiman di Wadi Ara," kata warga Palestina yang menjadi anggota parlemen Israel Basel Ghattas melalui Facebooknya sebagaimana dilansir New Arab, Sabtu (25/6/2016).

"Kejadian ini benar-benar sebuah kerusakan moral... untuk menukar hak-hak dasar kita dengan harga diri dan kebanggaan, Berbuka puasa dengan Shaked menghilangkan rahmat dari puasa dan menjadikan kebaikan menjadi keburukan," tambahnya.

Tidak hanya dari Ghattas, warga Palestina di Wadi Ara juga melakukan protes mengutuk acara buka bersama tersebut. Mereka mengibarkan bendera Palestina dan menyebut para pengacara yang hadir dalam acara tersebut sebagai "pengkhianat".

"Saya menentang Menteri Kehakiman yang fasis itu ikut serta dalam acara berbuka. Kehadirannya bukan bagian dari posisinya seperti yang sebagian orang katakan, acara itu adalah sebuah perayaan, karena itulah kehadirannya tidak dapat diterima karena melegitimasi opini fasisnya," kata seorang pengacara bernama Jehad Abu Raya.

Kontroversi kehadiran Shaked ini terjadi di tengah ketegangan yang kembali memuncak antara Israel dan Palestina. Ketegangan yang bermula sejak Oktober tahun lalu itu kembali tersulut setelah tentara Israel menembak mati seorang remaja Palestina pada Rabu 22 Juni lalu. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.