- Home
- Internasional
- Ilmuwan Siprus Benarkan Temuan Varian Deltacron Covid-19, Kombinasi Delta dan Omicron
Ilmuwan Siprus Benarkan Temuan Varian Deltacron Covid-19, Kombinasi Delta dan Omicron
Admin
Senin, 10 Jan 2022 13:58
Seorang ilmuwan Ciprus membela klaim temuannya atas varian baru virus corona Covid-19 yang memiliki karakteristik kombinasi dari Delta dan Omicron yang diberi nama Deltacron.
Sebelumnya dikabarkan, sejumlah ilmuwan lain berspekulasi temuan Profesor Leonidas Kostrikis itu adalah hasil dari terkontaminasinya laboratorium. Konstrikis adalah profesor ilmu biologi di Universitas Ciprus dan kepala Laboratorium Bioteknologi dan Virologi Molekular.
Namun dalam surelnya kepada Bloomberg, kemarin (9 Januari), sang ilmuwan mengatakan kasus yang dia identifikasi "memperlihatkan terjadinya tekanan evolusioner terhadap varian asli untuk menghasilkan mutasi dan bukan hasil dari peristiwa kombinasi tunggal."
Kasus infeksi Deltacron cukup tinggi pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit ketimbang mereka yang tidak dirawat di rumah sakit. Maka, menurut Prof Kostrikis, kondisi itu menandakan hipotesis soal terjadinya kontaminasi di lab itu keliru.
Sampel dari varian ini kini tengah dalam proses prosedur pengurutan di lebih dari satu negara.
Dan sedikitnya satu pengurutan dari Israel memperlihatkan karakteristik genetik dari Deltacron, kata dia, seperti dilansir laman the Straits Times, Senin (10/1).
"Temuan ini menyangkal pernyataan yang menyebut Deltacron adalah hasil dari kesalahan teknis," kata Prof Kostrikis.Gen virus yang ada membentuk protein yang melakukan sejumlah tugas.
Omicron dan Delta masing-masing memiliki mutasi di bagian mahkota protein yang mempengaruhi kemampuan mereka memasuki sel manusia dan akibatnya Omicron menjadi varian yang sangat menular.
Pembentukan kombinasi virus bisa makin meningkat ketika ada banyak varian patogen yang beredar, kata Prof Nick Loman, profesor genom micro di Universitas Birmingham yang mempelajari virus corona.
Meski kombinasi ulang Delta dan Omicron tidak terlalu mengejutkan, temuan dari Siprus ini lebih mirip "jejak teknis" yang muncul dari pengurutan genom virus tersebut, kata dia.
Menteri Kesehatan Siprus Michael Hadjipantela kemarin mengatakan varian baru ini memang tidak masuk dalam kategori varian yang diwaspadai dan keterangan lebih lanjut akan disampaikan melalui konferensi pers pekan ini, kata Philenews.