Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Indonesia Kecam Langkah Israel Tutup Misi Pengawas Internasional di Hebron

Internasional

Indonesia Kecam Langkah Israel Tutup Misi Pengawas Internasional di Hebron

Kamis, 21 Feb 2019 10:28
Detik.com
Saat RI resmi menjadi anggota tidak tetap DK PBB.
JAKARTA - Indonesia mengecam langkah Israel menutup misi pengawas internasional di wilayah pendudukan Israel di Hebron. Kecaman itu disampaikan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB yang membahas mengenai Palestina.

"Dewan Keamanan (DK) PBB mengadakan pertemuan mengenai Palestina di Markas Besar PBB New York, tanggal 20 Februari 2019," bunyi keterangan PTRI New York, Kamis (21/2/2019).

"Pertemuan bulanan DK PBB mengenai Palestina diwarnai pembahasan mengenai penutupan Temporary International Presence in Hebron (TIPH) secara sepihak oleh Israel," demikian lanjutan dari keterangan itu.

Dilansir situs Kemlu, TIPH terbentuk di tahun 1994 berdasarkan perjanjian antara Israel dan Palestina, dan sebagaimana dimandatkan oleh Resolusi DK PBB 904. Sejak terbentuknya misi ini, TIPH telah menjadi mekanisme yang sangat penting untuk memastikan perlindungan bagi penduduk sipil Palestina di Hebron, utamanya terhadap pelanggaran hukum humaniter dan HAM internasional. Karenanya, mempertahankan mandat TIPH sangatlah penting untuk menjaga situasi yang rawan dan mencegah meningkatnya kekerasan.

PTRI New York menyebut secara umum negara anggota DK PBB menyesalkan penutupan TIPH. Anggota DK PBB juga disebut menyampaikan keprihatinan akan keselamatan warga di Hebron.

Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Dian Triansyah Djani, menegaskan pemerintah Indonesia mengecam keputusan sepihak Israel tersebut. "Mengecam penutupan misi pengawas internasional di Hebron oleh Israel, yang membahayakan warga Palestina. Masyarakat internasional perlu segera mengatasi situasi di Gaza yang sangat memprihatinkan," sebut Dian Triansyah Djani.

Hadir sebagai pemapar/briefers dalam pertemuan kali tersebut ialah Special Coordinator for the Middle East Peace Process, Nicolay Mladenov dan Assistant Secretary General for Humanitarian Affairs and Deputy Emergency Relief Coordinator, Ursula Mueller. Keduanya sempat memaparkan kondisi terkini di wilayah pendudukan Palestina yang diwarnai kekerasan, pelanggaran HAM oleh otoritas Israel dan warga pendatang Israel.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.