- Home
- Internasional
- Ini 12 Tragedi Terinjak-Injak yang Telan Ratusan Jiwa
Ini 12 Tragedi Terinjak-Injak yang Telan Ratusan Jiwa
Jumat, 25 Sep 2015 08:25
Berikut adalah sejumlah tragedi terinjak-injak di sejumlah negara yang menelan korban jiwa ratusan orang:
1. Mina, Arab Saudi
Kamis 24 September 2015, lebih dari 700 jamaah haji meninggal dalam insiden terinjak-injak di Mina dan lebih 800 lainnya luka-luka. Dua juta jamaah melakukan lempar jumroh di Mina, dalam rangkaian ibadah haji.
2. Madhya Pradesh, India
Pada 14 Oktober 2013, paling tidak 115 orang meninggal karena terinjak-injak di dekat kuil Ratangarh, setelah kepanikan terjadi di satu jembatan. Ratusan orang berkumpul dalam perayaan Hindu Navatri.
3. Kerala, India
Tepatnya 14 Januar1 2011, lebih dari 102 jamaah meninggal akibat berjejalan saat kembali dari kuil Hindu Sabarimala. Kuil itu terletak di daerah pegunungan terpencil.
4. Phnom Penh, Kamboja
Pada 22 November 2010, lebih dari 375 orang meninggal akibat berjejalan di jembatan di sungai Tonle Sap selama perayaan festival air. Perdana Menteri Hun Sen menggambarkan peristiwa itu sebagai "tragedi terbesar," di Kamboja sejak Khmer Merah.
5. Rajasthan, India
Lebih dari 220 orang meninggal dalam peristiwa di kuil Hindu, Chamunda Devi di dalam benteng Mehrangarh. Kejadian itu terjadi pada 30 September 2008.
6. Himachal Pradesh, India
Paling tidak sekira 140 orang meninggal di kuil Nainadevi, India saat hujan dan tenda tempat berlindung ambruk, mengakibatkan kepanikan. Tragedi berdarah itu terjadi pada 3 Agustus 2008.
7. Mina, Arab Saudi
Pada 12 Januari 2006, sebanyak 364 orang meninggal akibat terinjak-injak setelah sejumlah koper jatuh dari bus di depan salah satu jembatan jumroh. Banyak jemaah yang terpeleset.
8. Baghdad, Iraq
Sekitar 1.000 jamaah Syiah meninggal terinjak-injak dan tenggelam di Sungai Tigris setelah terdengar berita buruk terjadi pengeboman bunuh diri. Berita ini menimbulkan kepanikan dan banyak korban jatuh di kalangan anak-anak dan perempuan. Insiden itu terjadi pada 31 Augustus 2005.
9. Mina, Arab Saudi
Tepatnya 1 Februari 2004, sekitar 251 jamaah meninggal dalam peristiwa terinjak-injak selama 27 menit. Para pejabat mengatakan banyak korban bukan jamaah yang seharusnya tidak ikut dalam lempar jumroh. Sejumlah prosedur baru diterapkan menyusul kejadian ini.
10. Accra, Ghana
Sekitar 120 orang meninggal pada 9 Mei 2001 di stadion olahraga Accra setelah pertandingan antara pendukung Accra Hearts dan Asante Kotoko. Polisi dituding bertanggung jawab oleh korban selamat karena menembakkan gas air mata di stadion yang penuh itu. Demonstrasi diawali oleh tim yang kalah.
11. Mina, Arab Saudi
Paling tidak 118 jamaah meninggal dan lebih dari 180 lainnya terluka saat lempar jumroh pada 9 April 1998. Sebagian besar jamaah dari Indonesia dan Malaysia meninggal terinjak-injak setelah jatuh dari jembatan.
12. Mina, Arab Saudi
Sebelumnya pada 2 Juli 1990, sekitar 1.420 jamaah, sebagian besar dari Malaysia dan Indonesia meninggal di terowongan Mina. Pemerintah mengatakan sebagian besar meninggal akibat sesak nafas setelah ventilasi di terowongan rusak.
Sekolah Swasta di Pekanbaru Gratis, Ketua DPRD Minta Pemerataan Mutu Pendidikan
PEKANBARU â€" Kebijakan Pemko Pekanbaru yang membiayai pendidikan siswa kurang mampu di sekolah swasta mendapat apresiasi dari DPRD Kota Pekanbaru.Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis un
Kerusuhan Warnai Laga Liga LLDIKTI XVII antara UNILAK dan UMRI, Lima Mahasiswa UMRI Jadi Korban
PEKANBARU - Kerusuhan warnai laga Liga LLDIKTI XVII antara tim Unilak dan tim UMRI, lima mahasiswa UMRI jadi korban dan ada yang mengalami luka.Ya, pertandingan sepak bola dalam Liga LLDIKTI XVII yang
Lantik Tiga Dirjen Baru Purbaya Tekankan Kerja Cepat dan Bersih
JAKARTA â€" Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik tiga pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Keuangan, Rabu (1/7/2026). Pelantikan ini diharapkan mampu menjawab tanta
Cdm Todotua Memahami Pentingnya Kenyamanan Atlet, Menpora Eric: Bukan Kaleng-kaleng
JAKARTA â€" Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu sangat memahami pentingnya kenyamanan para atlet dalam menopang perjuangan mereka untuk mengharumkan nama
Atasi Banjir Rob dan Abrasi, DPRD Meranti Gagas Aturan Kebencanaan
SELATPANJANG - Kerentanan wilayah terhadap cuaca ekstrem hingga persoalan kesejahteraan nelayan menjadi perhatian serius pihak legislatif daerah. Menjawab kondisi nyata di lapangan, empat rancangan at