Rabu, 06 Mei 2026

Internasional

Iran Minta AS Ajak Mesir Rundingkan Perdamaian Suriah

Jumat, 21 Okt 2016 13:17
Reuters
Perundingan damai enam negara di Suriah.

TEHERAN – Perundingan damai Suriah di Lausanne, Swiss, seharusnya hanya dihadiri oleh Amerika Serikat, Rusia dan lima negara Arab, yakni Irak, Arab Saudi, Turki, Qatar dan Yordania. Akan tetapi, kali ini Mesir juga diundang membantu mencari solusi politis untuk konflik berkepanjangan di Suriah.

Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan, hingga sebuah bocoran e-mail menguak teka-teki itu. Usut punya usut, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif, mengajukan permintaan kepada Menlu AS, John Kerry, untuk mengajak Mesir dalam negosiasi yang berlangsung Sabtu 15 Oktober itu.

Alasannya, supaya perundingan itu tidak mandek dan mendapat gagasan baru yang mencerahkan. Namun hasilnya, pertemuan tersebut lagi-lagi gagal menemui kesepakatan yang telah enam tahun lamanya diupayakan.

Lobi-lobi Teheran agar negara lain setuju memasukkan Kairo ke dalam perundingan itu terjadi dalam hitungan hari setelah Presiden Abdel Fatah al Sisi membuat Arab Saudi kesal. Mesir lebih memilih mendukung Rusia untuk meneruskan kampanye serangan udara di Aleppo, alih-alih satu suara dengan Saudi yang selama ini menjadi penyokong keuangannya.

Hubungan antara Saudi dan Mesir pun memburuk setelahnya. Riyadh menangguhkan pengiriman bantuan minyak ke Kairo. Sehingga Mesir merugi 700 ribu ton minyak bumi bulanan mereka. Demikian seperti dinukil dari The New Arab, Jumat (21/10/2016).

Iran sendiri selama ini cenderung lebih dekat dengan Rusia daripada negara barat. Dengan demikian, fakta yang terungkap melalui surel tersebut seolah membenarkan kekhawatiran bahwa Iran sedang menarik dukungan atau menghasut sekutu AS untuk berpihak kepadanya dan Rusia.

Pada 1980-an, hubungan diplomatik Iran dan Mesir sempat terputus akibat Revolusi Iran dan pengasingan Syekh Mohammed Reza Pahlavi. Akan tetapi, dalam beberapa bulan terakhir, kedua negara menunjukkan tanda-tanda kedekatan kembali.

Di sisi lain, mayoritas penduduk Mesir adalah penganut Sunni. Dan kebanyakan negara Sunni condong kepada AS yang menginginkan rezim Presiden Suriah Bashar al Assad digulingkan. Namun Presiden Sisi menunjukkan dukungan yang sebaliknya. Bahkan beberapa pihak meyakini, Mesir telah mengerahkan pasukannya ke Suriah untuk mempertahankan kedudukan Assad. (Okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.