Kamis, 11 Jun 2026

Israel Gempur Lebanon Selatan, 12 Orang Tewas

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 11 Jun 2026 14:42
Beirut-Serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon menewaskan sedikitnya 12 orang pada Rabu (10/6/2026) menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan warga Lebanon untuk bergabung dengan Israel dalam menghadapi kelompok Hizbullah.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan militer Israel melancarkan serangan di lebih dari 30 lokasi di Lebanon selatan dan timur, termasuk di Tayr Debba, Deir Qanun al-Nahr, serta tiga kota lain yang sebelumnya telah menerima peringatan evakuasi dari Israel, dikutip dari France24, Kamis (11/6).Serangan juga dilaporkan menghantam sebuah kendaraan di Kota Sidon, wilayah pesisir yang relatif jarang menjadi sasaran serangan besar Israel dan selama ini menjadi tempat penampungan banyak warga yang mengungsi akibat konflik.

Seorang koresponden AFP di Sidon melaporkan mendengar ledakan keras sebelum melihat sebuah mobil terbakar. Tim penyelamat kemudian mengevakuasi dua korban dari kendaraan tersebut.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sembilan orang tewas dalam serangan di Tayr Debba, termasuk seorang perempuan, sementara tiga korban lainnya tewas dalam serangan di Sidon. Sumber medis yang enggan disebutkan namanya juga mengatakan empat orang tewas di Deir Qanun al-Nahr.

Di sisi lain, dua warga Lebanon yang sebelumnya ditahan militer Israel telah dibebaskan. Pemerintah Kota Kfarshuba menyebut seorang anggota dewan kota dan seorang pegawai pemerintah setempat telah kembali setelah sempat ditangkap. Militer Israel sebelumnya mengaku menahan dua orang yang mendekati posisi pasukannya di wilayah perbatasan.

Dalam pernyataan video yang dirilis pada hari yang sama, Netanyahu mengatakan Israel tidak berperang melawan rakyat Lebanon, melainkan melawan Hizbullah.

"Israel tidak berperang dengan Anda. Kami berperang dengan Hizbullah yang telah menyandera negara Anda," kata Netanyahu.


Ia juga mengajak warga Lebanon untuk mendukung upaya melemahkan Hizbullah dan membangun masa depan yang lebih aman bagi kedua negara.
Pengumuman Gencatan Senjata
Meski gencatan senjata bersyarat diumumkan pekan lalu setelah pembicaraan Lebanon-Israel di Washington, bentrokan masih terus berlangsung. Kesepakatan tersebut mengatur penghentian serangan Hizbullah, namun tidak secara eksplisit mencantumkan penghentian operasi militer Israel.

Hizbullah menolak kesepakatan tersebut dan terus melancarkan serangan terhadap pasukan Israel yang berada di wilayah Lebanon selatan, termasuk menggunakan roket dan pesawat nirawak pada Rabu.

Ratusan pendukung Hizbullah juga menggelar aksi di pinggiran selatan Beirut pada Rabu malam. Mereka mengibarkan bendera Hizbullah dan Iran sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran dan sekutunya dalam konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.

Otoritas Lebanon mencatat hampir 3.700 orang tewas akibat serangan Israel sejak konflik kembali meningkat pada Maret lalu. Sementara itu, militer Israel melaporkan 29 tentaranya dan satu kontraktor sipil tewas dalam operasi di Lebanon.

Di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung, Iran menegaskan bahwa Lebanon harus menjadi bagian dari setiap kesepakatan yang bertujuan mengakhiri konflik yang lebih luas di Timur Tengah.(liputan6)
Sumber: https://www.liputan6.com/global/read/7889119/israel-gempur-lebanon-selatan-12-orang-tewas

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.