- Home
- Internasional
- Israel Serang Suriah di Tengah Permintaan Trump Hentikan Pengeboman
Internasional
Israel Serang Suriah di Tengah Permintaan Trump Hentikan Pengeboman
Senin, 03 Jun 2019 13:56
Dilansir dari AFP, Senin (3/6/2019), serangan Israel itu merupakan yang kedua kalinya diluncurkan Israel dalam kurun 24 jam pada Minggu (2/6).
Suriah menuding Israel menargetkan pangkalan udara di Homs. Serangan itu dilaporkan menewaskan 5 orang, setelah serangan sebelumnya disebut menewaskan 10 orang di Damaskus.
Selain tentara Suriah, pejuang Iran dan pasukan paramiliter Hizbullah juga disebut ditempatkan di pangkalan udara itu. Beberapa jam sebelumnya, Israel mengatakan telah melakukan serangan di provinsi Quneitra, yang meliputi Dataran Tinggi Golan, yang sebagian besar diduduki dan dianeksasi oleh Israel.
Serangan itu sendiri disebut sebagai tanggapan terhadap tembakan roket Suriah Sabtu (1/6) malam. Dua roket ditembakkan dari Suriah di Gunung Hermon di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dan satu telah berlokasi di wilayah Israel.
Trump sebelumnya meminta semua pihak menghentikan pengeboman di Suriah. Dia mempertanyakan apa yang didapat para pihak dengan saling serang di Suriah.
"Mendengar kabar bahwa Rusia, Suriah dan, pada tingkat lebih rendah, Iran, membom seperti neraka di Provinsi Idlib di Suriah, dan tanpa pandang bulu membunuh banyak warga sipil tak berdosa. Dunia menyaksikan penjagalan ini. Apa tujuannya, apa yang akan kamu dapat? Berhenti!" kata Trump di Twitter sesaat sebelum dia pergi untuk kunjungan kenegaraan ke Inggris sebagaimana dilansir dari AFP, Senin (3/6).
Ucapan Trump itu muncul setelah berbagai lembaga di Suriah mengecam tidak adanya tindakan internasional dalam menghadapi kekerasan yang meningkat di wilayah barat laut.
Sementara itu, Israel sendiri telah melakukan ratusan serangan udara di Suriah. Sebagian besar serangan itu disebut mereka menargetkan Iran dan Hizbullah.
Negara itu mengatakan bertekad mencegah musuh bebuyutannya dari Iran membudidayakan dirinya secara militer di Suriah. Teheran disebut mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang delapan tahun negara itu yang disebut telah menewaskan lebih dari 370.000 orang.
"Kami tidak akan mentolerir api di wilayah kami dan akan menanggapi dengan paksa setiap agresi terhadap kami," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu (2/6) usai serangan pertama.
Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS. Kebuntuan itu telah mendidih sejak AS tahun lalu menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 yang dicapai Iran dengan negara-negara besar dunia.
Internasional
KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil
Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A
Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital
Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny
Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector
DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa
Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi
DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk
Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”
MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah