- Home
- Internasional
- Israel Tahan Uang Pajak Palestina Rp 1,9 T, Aktivis: Perampokan Siang Bolong
Internasional
Israel Tahan Uang Pajak Palestina Rp 1,9 T, Aktivis: Perampokan Siang Bolong
Selasa, 19 Feb 2019 14:31
Sesuai kesepakatan perdamaian sementara, Israel mengumpulkan pajak atas nama Palestina, untuk kemudian ditransfer ke otoritas Palestina. Dengan buntunya perundingan antara kedua pihak, seringkali Israel menahan transfer uang pajak kepada otoritas Palestina sebagai bentuk protes juga tekanan.
Pada Minggu (17/2) waktu setempat, PM Netanyahu memutuskan menahan uang pajak Palestina sebesar US$ 138 juta untuk memprotes langkah Otoritas Palestina yang terus mengalirkan dana kepada warganya yang dipenjara karena menyerang warga Israel.
"Keputusan kabinet Israel untuk memotong dana pajak PA, yang ditarik dari rakyat Palestina, sungguh kejam," sebut aktivis terkemuka Palestina, Mustafa Barghouti, kepada kantor berita Turki, Anadolu Agency, Selasa (19/2/2019).
Barghouti yang merupakan pemimpin gerakan Inisiatif Nasional Palestina ini menyebut kabinet PM Netanyahu sebagai 'pemerintah paling rasis di dunia'.
"Itu menunjukkan pelanggaran jelas terhadap seluruh kesepakatan masa lalu yang ditandatangani antara Palestina dan otoritas pendudukan (Israel-red)," ujar Barghouti merujuk pada langkah Israel menahan uang pajak Palestina.
"Membatalkan seluruh kesepakatan dengan Israel, mengaktifkan perlawanan populer, mendukung gerakan boikot dan mengadili Israel di pengadilan internasional untuk kejahatan terhadap rakyat Palestina yang terus berlangsung," demikian seruan Barghouti untuk Otoritas Palestina.
Secara terpisah, anggota Organisasi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Bassam al-Salhi, menyebut Israel telah 'secara terang-terangan mengabaikan hukum dan konvensi internasional'. Kecaman juga disampaikan anggota PLO lainnya, Qais Abu Laila.
"Dengan keputusan ini, Israel menghukum rakyat Palestina dua kali. Pertama, ketika tentaranya menangkap rakyat Palestina dari rumah-rumah mereka saat tengah malam; dan kedua, saat Israel menghukum keluarga mereka dengan mengambil uang mereka," tegasnya.
Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART
Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan
Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera
Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!
JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn
Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter
JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala
Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem