Rabu, 06 Mei 2026

Internasional

Kebijakan Pertama Trump, AS Resmi Keluar dari TPP

Sumber: Okezone.com
Selasa, 24 Jan 2017 11:01
Getty
Presiden Trump tandatangani pembatalan keterlibatan AS dalam TPP.
WASHINGTON DC-Amerika Serikat resmi keluar dari negosisasi Kerjasama Lintas Pasifik (TPP). Keputusan ini menjadi kebijakan pertama yang ditandatangani Presiden Donald John Trump dalam 100 hari pertama kepemimpinannya.

"Kalian semua tahu kan apa artinya ini? Kami sudah membahas ini sejak lama. Ini adalah keputusan terbaik untuk para pekerja AS," terangnya dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington DC, seperti disunting dari The Guardian, Selasa (24/1/2017).

Keputusan sang miliarder untuk membatalkan bergabungnya AS dengan 11 negara Asia lain tidak mengejutkan. Sebab dia sudah menggembar-gemborkan misi tersebut sejak kampanyenya setahun terakhir. Ia merasa punya ide perjanjian dagang yang lebih baik daripada upaya mantan Presiden Barack Obama untuk menguatkan cengkraman di pasar Asia.

Obama sendiri berkali-kali menegaskan bahwa kesepakatan TPP akan memberikan manfaat sebagai penyeimbang yang efektif untuk dominasi China di kawasan Asia. Faktanya, baik Hillary Clinton maupun Donald Trump yang menjadi penerusnya, menentang gagasan tersebut selama kampanye Pilpres AS 2016.

TPP Sebelumnya juga belum pernah diratifikasi oleh Kongres AS yang dikuasai oleh Partai Republik. Namun beberapa pemimpin negara Asia telah menginvestasikan modal politik yang besar ke dalam perjanjian ini. Menurut Bank Dunia, negara-negara yang andil dalam TPP mewakili sekira 13,5 persen ekonomi global.

Selain itu, Trump juga menegakkan kembali larangan untuk negara menyediakan dana federal yang ditujukan membantu kelompok internasional yang melakukan aborsi. Kebijakan ini juga melarang pembayar pajak menggalang dana untuk kelompok yang melobi pelegalan aborsi atau mempromosikannya sebagai metode keluarga berencana.

Entah disengaja atau tidak, Trump menandatangani larangan tersebut tepat satu hari setelah hari peringatan Keputusan Roe v Wade Mahkamah Agung AS yang mengesahkan aborsi di AS sejak 1973. (okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Mei 2026 16:36

    Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.

    Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:19

    Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati

    Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:08

    Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur

    Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:02

    Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas

    Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan

  • Rabu, 06 Mei 2026 15:09

    I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir

    Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.