Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Konflik Antaragama Meluas, Sri Lanka Blokir Whatsapp dan Facebook

Konflik Antaragama Meluas, Sri Lanka Blokir Whatsapp dan Facebook

Kamis, 08 Mar 2018 14:19

KOLOMBO – Konflik antaragama di Sri Lanka makin meluas. Pemerintah pusat akhirnya memutuskan untuk menutup akses terhadap sejumlah jaringan obrolan, termasuk media sosial Facebook. Hal tersebut dilakukan guna mengontrol kekerasan yang menargetkan minoritas Muslim di Sri Lanka.

Pemerintah Sri Lanka pada Selasa 6 Maret memberlakukan status darurat hingga sepekan ke depan demi mengontrol kekerasan tersebut. Alih-alih mereda, kekerasan makin parah setelah sejumlah masjid dan toko yang dimiliki umat Islam dibakar pada tengah malam waktu setempat.

Juru bicara Kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekara menerangkan, ada sejumlah insiden yang terjadi sepanjang malam di Distrik Kandy. Kekerasan pun bermula dari Distrik Kandy yang terkenal dengan perkebunan tehnya setelah sebuah toko milik Muslim dibakar warga.

"Kepolisian menahan tujuh orang. Tiga orang petugas kami mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Kami belum mendapat informasi mengenai korban di pihak warga sipil," tutur Ruwan Gunasekara, sebagaimana diwartakan Reuters, Kamis (8/3/2018).

Pemerintah mengatakan, kekerasan yang dilakukan umat Buddha Sihala kepada Muslim salah satunya dipicu oleh unggahan-unggahan di media sosial. Sejumlah unggahan bahkan mengajak umat Buddha untuk lebih banyak menyerang umat Islam di Sri Lanka.

Akibat penyebaran konten berbahaya itu, pemerintah Sri Lanka memutuskan untuk memblokir akses terhadap Facebook, Viber, dan Whatsapp, selama tiga hari ke depan.

Sri Lanka masih berusaha memulihkan diri usai perang saudara selama 26 tahun melawan kelompok separatis Tamil yang berakhir pada 2009. Umat Islam menjadi minoritas dengan jumlah populasi hanya 9% dari 21 juta warga Sri Lanka, jumlah yang lebih kecil dibanding suku Tamil yang mayoritas beragama Hindu.

Seorang menteri di kabinet pemerintahan Sri Lanka, Sarath Amunugama mengklaim, kekerasan di Distrik Kandy dipicu oleh orang-orang dari luar wilayah tersebut. Ia menduga ada konspirasi terorganisir di belakang insiden-insiden kekerasan tersebut.

(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.