Selasa, 23 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Korban Jiwa Bendungan Jebol di Brasil Menjadi 134 Orang, 199 Hilang

Internasional

Korban Jiwa Bendungan Jebol di Brasil Menjadi 134 Orang, 199 Hilang

Selasa, 05 Feb 2019 16:37
Detik.com
Bendungan di Brasil jebol
Rio de Janeiro - Jumlah korban jiwa akibat jebolnya bendungan di Brasil telah bertambah menjadi 134 orang. Sebanyak 199 orang lainnya belum ditemukan.

Mereka yang hilang usai musibah yang terjadi pada 25 Januari itu, dianggap telah meninggal. Namun jasad mereka yang berada di bawah timbunan limbah tambang berlumpur yang dilepaskan ketika bendungan pecah, belum juga ditemukan.

Bendungan yang jebol itu milik raksasa pertambangan Brasil, Vale. Bendungan tersebut berada di dekat kota Brumadinho, Brasil tenggara. Nyaris seluruh korban adalah para pekerja di tambang tersebut.

Juru bicara dinas pemadam kebakaran mengatakan bahwa kemungkinan tidak semua jasad akan berhasil ditemukan.

"Setelah beberapa saat, karena penguraian jenazah, menjadi tidak mungkin untuk menemukan jasad-jasad. Tetapi hingga saat itu tiba, bahkan jika kami harus tinggal empat, lima atau enam bulan, kantor pemadam kebakaran akan bekerja tanpa henti," kata juru bicara tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/2/2019).

Jebolnya bendungan milik Vale itu memicu luapan lumpur yang menimbun kantin tempat para karyawan tambang makan sekaligus mengepung rumah-rumah warga, kendaraan dan jalanan setempat. Usai insiden, akses menuju kawasan itu sulit dijangkau. Bahkan regu-regu penyelamatan harus menggunakan helikopter dan alat-alat berat.

Vale merupakan salah satu perusahaan tambang bijih besi terbesar dunia. Vale telah menyatakan pihaknya 'bekerja secara penuh' dengan otoritas setempat. Dalam pernyataannya, Vale menyebut pihaknya melakukan upaya-upaya untuk memberikan dukungan 'tanpa syarat' untuk keluarga korban tewas dan korban hilang.

Musibah ini terjadi tiga tahun setelah musibah serupa terjadi di sebuah tambang lainnya di wilayah yang sama. Dalam insiden yang terjadi pada 2015 di dekat kota Mariana itu, 19 orang tewas.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 23 Jun 2026 10:47

    Kasus Pembacokan 'Cinta Ditolak' Mahasiswi UIN Suska Riau Segera Disidangkan

    PEKANBARU - Perkara pembacokan terhadap mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Faradilla Ayu Pramesti (23), segera memasuki babak persidangan. Berkas perkara dengan tersangka Raihan Mufa

  • Selasa, 23 Jun 2026 10:42

    Riau Siapkan Aturan Baru Perlindungan Anak, Ancaman Digital Jadi Sorotan

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mempercepat penguatan sistem perlindungan anak melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Anak.Regulasi baru ini disiapkan unt

  • Selasa, 23 Jun 2026 10:40

    MBG Disebut Ringankan APBD Riau Biayai Konsumsi Tujuh Boarding School Milik Pemprov

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mendukung positif program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan Pemerintah Pusat. Hal ini dikarenakan dengan Program MBG Pemerintah Provinsi Riau berhasil men

  • Selasa, 23 Jun 2026 10:39

    Dukungan Menguat, Prof Elfizar Kian Percaya Diri Hadapi Putaran Pertama Pilrek Unri

    PEKANBARU â€" Bakal calon Rektor Universitas Riau, Prof Dr Elfizar SSi MKom, mengaku semakin optimistis menghadapi putaran pertama Pemilihan Rektor (Pilrek) Unri yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Ju

  • Selasa, 23 Jun 2026 10:37

    Patroli Pagi Polsek Tanah Putih Sisir Bank dan Objek Vital, Cegah C3 serta Jaga Rasa Aman Masyarakat

    TANAHPUTIH-Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Piket Yanmas Polsek Tanah Putih melaksanakan patroli rutin pada Senin (22/6/2026) mulai pukul 08.35 WIB

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.