- Home
- Internasional
- Korea Utara Tembakkan Dua Rudal, Uji Coba Keenam di Awal 2022
Korea Utara Tembakkan Dua Rudal, Uji Coba Keenam di Awal 2022
Admin
Kamis, 27 Jan 2022 11:47
Korea Utara, negara bersenjata nuklir, tampaknya kembali menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke lautnya di wilayah timur, seperti disampaikan militer Korea Selatan pada Kamis. Ini merupakan ronde keenam dari serangkaian uji coba yang dilakukan Korut bulan ini.
Menurut para pengamat, ini adalah salah satu rudal paling banyak yang pernah diluncurkan Korut dalam sebulan, ketika Pyongyang mengawali 2022 dengan menampilkan serangkaian senjata baru dan operasional.
Kepala staf Gabungan Korsel menyampaikan, pihaknya mendeteksi peluncuran atas apa yang diasumsikan sebagai dua rudal balistik sekitar pukul 08.00 waktu setempat dari dekat Hamhung, di pantai timur Korut. Rudal itu meluncur sekitar 190 kilometer menuju ketinggian maksimal 20 kilometer.
Rudal tersebut tampaknya mendarat di luar zona ekonomi khusus Jepang, seperti disampaikan Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi kepada wartawan, dikutip dari Reuters, Kamis (27/1).
Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida menyampaikan, pemerintah masih mengumpulkan rincian informasi terkait peluncuran tersebut, tapi setiap uji coba rudal balistik "sangat disesalkan" dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Pada Selasa, Korut menembakkan dua rudal jelajah ke laut di timur pantainya, menurut keterangan militer Korsel, di tengah meningkatnya ketegangan terkait serangkaian uji coba senjata terbaru.
Awal bulan ini, Korut menguji rudal kendali taktis, dua "rudal hipersonik", dab sistem rudal rel kereta api.
"Rezim (Kim Jong Un) sedang mengembangkan beragam senjata pertahanan walaupun sumber dayanya terbatas dan mengalami tantangan ekonomi yang parah," jelas Leif-Eric Easley, seorang profesor urusan internasional Universitas Ewha di Seoul.
Easley menambahkan, uji coba tertentu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan baru, khususnya menghindari rudal pertahanan, sementara peluncuran lainnya bertujuan untuk memamerkan kesiapan dan kecanggihan pasukan rudal yang telah dikerahkan Korut.
"Beberapa pengamat mengatakan seringnya rezim Kim melakukan peluncuran adalah untuk mencari perhatian, tapi Pyongyang sedang berlari kencang dalam apa yang tampaknya sebagai perlombaan senjata dengan Seoul," jelasnya.
Dalam pidatonya pada Selasa dalam Konferensi Perlucutan Senjata yang disponsori PBB, Duta Besar Korut untuk PBB di Jenewa, Han Tae Song, menuduh AS memamerkan ratusan "latihan perang bersama" sembari mengerahkan peralatan militer berteknologi tinggi ke Korsel dan senjata strategis nuklir ke kawasan itu.
"(Ini) sangat mengancam keamanan negara kami," jelasnya.