Jumat, 26 Jun 2026

Internasional

Mahasiswa RI di Hsing Wu University Taiwan Bantah Ada Kerja Paksa

Jumat, 04 Jan 2019 15:16
Detik.com
Mahasiswa Indonesia di Hsing Wu University
Jakarta - Kabar ratusan mahasiswa Indonesia di Hsing Wu University Taiwan disuruh kerja paksa telah dibantah oleh pihak kampus dan perwakilan otoritas Taiwan di Indonesia. Bantahan juga datang dari mahasiswa Indonesia itu sendiri.

Berdasarkan surat yang dikirim salah satu mahasiswa kepada detikcom, Jumat (4/1/2019), para mahasiswa yang diketahui jumlahnya dari jumlah tanda tangan yang ada dalam surat menyampaikan bahwa tidak benar adanya kerja paksa. Mereka juga menegaskan tidak ada sajian mengandung babi kepada mereka.

"Tidak ada kerja paksa yang dilakukan sekolah terhadap kami, tidak ada makanan yang mengandung babi di sajikan untuk kami," tulis para mahasiswa dalam surat tersebut.

Ketika dihubungi pada Jumat, para mahasiswa itu juga masih menjalani aktivitas normal di kampus. Niessy, salah seorang mahasiswi jurusan marketing menyatakan kampus telah mengatur agar tidak ada pelanggaran jam kerja atau magang bagi para mahasiswa.

"Per angkatan punya jam yg berbeda. Karena ketentuannya adalah 1 tahun pertama kita hanya magang sebanyak 20jam/minggu. Nah disini tidak ada kelebihan jam kerja, karna kami tidak diperbolehkan kerja melewati ketentuan yg telah dibuat yaitu 20 jam," ujar Niessy.

"Nah kalau di perusahaan saya kerja kami tidak diizinkan lembur saat waktu sekolah, tetapi nanti saat libur musim dingin kami mendapat tambahan waktu kerja menjadi 40 jam/minggu dan kalau dihitung dari jadwal kami kerja bulan ini jam kerja kami selama sebulan hanya bertambah 20 jam saja, dan itu akan masuk ke SKS kami, karna magang juga termasuk ke dalam SKS kami, apabila kami tidak memenuhi jam kerja yang ditentukan maka kami tidak lulus dalam SKS itu," kata

"Dan juga kalau lembur di perusahaan saya ada ketentuan bahwa karyawan tidak boleh lebih dari sekian jam per minggu (karna jadwal kami belum keluar untuk lembur maka saya tidak bisa menyebutkan berapa jam ketentuannya). Di setiap perusahaan punya ketentuan sendiri untuk melemburkan karyawannya, untuk kami sendiri mau lembur ataupun tidak sama sekali tidak ada paksaan, maka bagi kami tidak ada kelebihan jam dalam magang, adanya kelebihan jam pun kami akan dibayar sesuai ketentuan hitungan lembur dan itu sama sekali bukan masalah bagi kami," sambungnya.

Pemerintah Taiwan dalam hal ini Ketua Perwakilan Kantor Ekonomi dan Dagang Taipei (TETO) Indonesia John C Cen sebelumnya juga telah menjelaskan program kuliah magang yang diikuti para mahasiswa ini.

Pernyataan disampaikan dalam Bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan dalam keterangan tertulis.

"Pemerintah Taiwan selalu mementingkan kesejahteraan mahasiswa dan pekerja asing dan sangat mewajibkan semua universitas dan perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam 'Program Magang Industri-Universitas' untuk mengikuti aturan dan peraturan yang relevan," ujar John dalam jumpa pers di kantornya, Gedung Artha Graha, Jakarta Selatan, Jumat (4/1).

John menegaskan para mahasiswa yang magang mendapatkan hak sesuai ketentuan. Dia juga membantah para mahasiswa bekerja lebih dari durasi yang ditentukan yaitu 20 jam.

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan mengklarifikasi dugaan mahasiswa Indonesia menjadi korban kerja paksa seperti kabar yang ramai beredar. Dari hasil penelusuran, PPI Taiwan menilai istilah 'kerja paksa' tidak tepat.

PPI Taiwan juga mengonfirmasi langsung ke mahasiswa di beberapa universitas yang disebut dalam pemberitaan di Taiwan dan internasional. Ternyata, memang ada kelebihan jam kerja mahasiswa.

"Seluruh jam kerja yang dilakukan tetap diberikan gaji dan kata 'kerja paksa' sebenarnya kurang tepat untuk hal ini. Sejauh ini ada beberapa mahasiswa yang mengeluh capek dan ada juga beberapa mahasiswa yang menikmati hal ini," ungkap mereka.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 09:07

    TNI AL Ikuti Latihan Maritim RIMPAC 2026 di Hawaii

    TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengikuti kegiatan Opening Brief Latihan Multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 yang digelar di Hawaii, Amerika Serikat, Kamis (25/6). Kegiatan tersebut menjadi rangk

  • Jumat, 26 Jun 2026 09:03

    Selundupkan Narkoba dalam Karung Beras Basmati, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

    Kepolisian membongkar penyelundupan narkoba jenis etomidate dan ekstasi disembunyikan dalam kemasan beras basmati asal India. Dua pria berinisial T (26) dan Y (29) ditangkap kepolisian di indekos kawa

  • Jumat, 26 Jun 2026 08:59

    Bukan Lagi Soal Gadget, Wamenkomdigi Beberkan Arah Baru Literasi Digital

    Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan program literasi digital yang selama ini berfokus pada penggunaan gawai dan internet tidak lagi memadai untuk menj

  • Jumat, 26 Jun 2026 08:55

    Prabowo Minta Taufik Hidayat Penganiaya Yuvita Dihukum Berat

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus pada kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialami Yuvita Tri Rezeki (29). Selama tiga tahun terakhir, Yuvita mengalami kekerasan yang dil

  • Jumat, 26 Jun 2026 08:50

    108 Kontingen MTQ Inhu Berangkat ke Kuansing, Bidik Posisi Empat Besar

    INHU-Wakil Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Ir. H. Hendrizal, M.Si, secara resmi melepas keberangkatan kontingen Kabupaten Indragiri Hulu untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi y

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.