- Home
- Internasional
- Mahasiswa RI di Hsing Wu University Taiwan Bantah Ada Kerja Paksa
Internasional
Mahasiswa RI di Hsing Wu University Taiwan Bantah Ada Kerja Paksa
Jumat, 04 Jan 2019 15:16
Berdasarkan surat yang dikirim salah satu mahasiswa kepada detikcom, Jumat (4/1/2019), para mahasiswa yang diketahui jumlahnya dari jumlah tanda tangan yang ada dalam surat menyampaikan bahwa tidak benar adanya kerja paksa. Mereka juga menegaskan tidak ada sajian mengandung babi kepada mereka.
"Tidak ada kerja paksa yang dilakukan sekolah terhadap kami, tidak ada makanan yang mengandung babi di sajikan untuk kami," tulis para mahasiswa dalam surat tersebut.
"Per angkatan punya jam yg berbeda. Karena ketentuannya adalah 1 tahun pertama kita hanya magang sebanyak 20jam/minggu. Nah disini tidak ada kelebihan jam kerja, karna kami tidak diperbolehkan kerja melewati ketentuan yg telah dibuat yaitu 20 jam," ujar Niessy.
"Nah kalau di perusahaan saya kerja kami tidak diizinkan lembur saat waktu sekolah, tetapi nanti saat libur musim dingin kami mendapat tambahan waktu kerja menjadi 40 jam/minggu dan kalau dihitung dari jadwal kami kerja bulan ini jam kerja kami selama sebulan hanya bertambah 20 jam saja, dan itu akan masuk ke SKS kami, karna magang juga termasuk ke dalam SKS kami, apabila kami tidak memenuhi jam kerja yang ditentukan maka kami tidak lulus dalam SKS itu," kata
Pemerintah Taiwan dalam hal ini Ketua Perwakilan Kantor Ekonomi dan Dagang Taipei (TETO) Indonesia John C Cen sebelumnya juga telah menjelaskan program kuliah magang yang diikuti para mahasiswa ini.
Pernyataan disampaikan dalam Bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan dalam keterangan tertulis.
"Pemerintah Taiwan selalu mementingkan kesejahteraan mahasiswa dan pekerja asing dan sangat mewajibkan semua universitas dan perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam 'Program Magang Industri-Universitas' untuk mengikuti aturan dan peraturan yang relevan," ujar John dalam jumpa pers di kantornya, Gedung Artha Graha, Jakarta Selatan, Jumat (4/1).
John menegaskan para mahasiswa yang magang mendapatkan hak sesuai ketentuan. Dia juga membantah para mahasiswa bekerja lebih dari durasi yang ditentukan yaitu 20 jam.
Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan mengklarifikasi dugaan mahasiswa Indonesia menjadi korban kerja paksa seperti kabar yang ramai beredar. Dari hasil penelusuran, PPI Taiwan menilai istilah 'kerja paksa' tidak tepat.
Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART
Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan
Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera
Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!
JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn
Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter
JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala
Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem