Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Mantan Mata-Mata Rusia dalam Kondisi Kritis Setelah Terpapar Zat Misterius di Inggris

Mantan Mata-Mata Rusia dalam Kondisi Kritis Setelah Terpapar Zat Misterius di Inggris

Selasa, 06 Mar 2018 10:56

LONDON - Sergei Skripal, seorang mantan mata-mata yang didakwa bersalah oleh Rusia karena memberikan rahasia kepada intelijen Inggris, berada dalam kondisi kritis setelah terpapar bahan yang tidak diketahui.

Pria berusia 66 tahun itu ditemukan tidak sadarkan diri bersama seorang perempuan berusia 33 tahun di bangku sebuah pusat perbelanjaan di Salisbury, selatan Inggris. Kedua korban dalam keadaan kritis dan dirawat dalam perawatan intensif.Kejadian ini diumumkan sebagai sebuah insiden besar.

Skripal, seorang kolonel dalam GRU, sebuah unit intelijen militer Rusia, ditangkap pada 2004 oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) karena dicurigai mengkhianati puluhan agen Rusia untuk intelijen Inggris. Dia dijatuhi hukuman 13 tahun penjara atas tuduhan pengkhianatan pada 2006.

Namun, pada 2010 dia diampuni oleh Presiden Rusia, Dmitry Medvedev sebagai bagian dari pertukaran mata-mata untuk membawa 10 agen Rusia yang ditahan di Amerika Serikat kembali ke Moskow.

Skripal kemudian tinggal di Inggris dan tidak pernah terpantau sampai dia ditemukan tak sadarkan diri di Salisbury pada Minggu, 4 Maret waktu setempat.

Kepolisian Inggris tidak mengumumkan nama kedua orang yang dirawat, namun dua sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan kepada Reuters, bahwa pria yang berada dalam kondisi kritis adalah Skripal. Tidak diketahui zat apa yang menyebabkan mereka berada dalam kondisi tersebut.

"Ini belum dinyatakan sebagai insiden kontra terorisme dan kami akan meminta orang-orang untuk tidak berspekulasi," kata Pejabat Sementara Asisten Kepala Polisi Wiltshire, Craig Holden kepada reporter sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (6/3/2018).

"Namun, saya harus menekankan bahwa kita tetap berpikir terbuka dan kita terus mengkaji posisi ini," ujarnya.

Pada 2006, seorang mantan agen dinas intelijen Uni Soviet, KGB, Alexander Litvinenko dibunuh dengan zat radioaktif polonium di London. Penyelidikan yang dilakukan Inggris mengklaim pembunuhan itu dilakukan atas izin Presiden Rusia, Vladimir Putin, namun tuduhan itu berulangkali dibantah oleh Kremlin.

(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.