Sabtu, 20 Jun 2026

INTERNASIONAL

Marak Aksi Teror, Pemerintah Harus Kian Waspada

Minggu, 22 Nov 2015 12:43
Okezone.com
lustrasi

JAKARTA – Maraknya aksi terorisme global, membuat pemerintah RI harus meningkatkan kewaspadaan. Aksi teror di Prancis belum lama ini menjadi sinyal bahwa keamanan negara dan intelijen harus diperkuat untuk mencegah aksi-aksi serupa agar tidak terjadi di dalam negeri.

Pengamat intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, segala peristiwa yang berkaitan dengan teror tentunya memunculkan berbagai kemungkinan bahwa teror tersebut akan terus berkembang.

"Kemungkinan selalu ada, mirror effect, efek pantulan kaca. Itu bisa terjadi di mana saja, bukan hanya di Indonesia saja," kata Susaningtyas seperti yang dikutif dari Okezone di Jakarta, Minggu (22/11/2015).

Terkait di Indonesia, kata dia, gerakan ISIS bukan lagi sesuatu hal yang baru. "Dalam sejarahnya, Indonesia pernah berkembang paham sejenis dengan Daulah Islamiyah (dalam lingkup nasional) yaitu gerakan Darul Islam dan atau Negara Islam Indonesia (NII) yang pernah melahirkan berbagai gerakan pemberontakan di masa lalu," jelas dia.

Wanita yang akrab disapa Nuning itu menambahkan, suatu fakta bahwa aspiran DI / NII masih hidup di antara kalangan masyarakat. Kemudian apa yang disuarakan ISIS dapat mereka terima yang kemudian didukung, bahkan dianggap sebagai panggilan jihad.

"Hal inilah yang dikampanyekan Abu Bakar Ba'asyir dan Ustadz Aman Abdurrahkman kepada para pengikut dan kader saat membezuk keduanya di LP (lembaga pemasyarakatan)," ungkapnya.

Berawal dari perjalanan sejarah itu, lanjut Nuning, maka pergerakan WNI ke Suriah atau Irak pun sulit dihindarkan. Hal ini serupa dengan pergerakan jihadis semasa konflik Afganistan yang kemudian melahirkan gerakan Jamaah Islamiyah maupun pergerakan jihadis ke Filipina Selatan.

"Äpa yang dialami Indonesia pun juga dialami oleh negara negara di kawasan yang bahkan diklaim dan dikampanyekan ISIS sebagai bagian dari kekhalifahannya," tutupnya.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:44

    HMI Pekanbaru Desak Evaluasi Total MBG Hingga RUU TNI-Polri

    PEKANBARU (CAKAPLAH) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Riau, Jumat (19/06/2026).Dalam aksi tersebut, HMI Pekanbaru menya

  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:20

    Bawaslu Riau Konsolidasikan Demokrasi dengan Parpol, PAN Jadi Kunjungan Perdana

    PEKANBARU (CAKAPLAH) â€" Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau memulai langkah konsolidasi demokrasi dengan partai politik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi

  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:17

    Aksi Simbolis 'Uang Receh' Jurnalis Riau Disambut Sikap Terbuka Kabid Humas Polda dan Berkomitmen Tingkatkan Sinergi

    PEKANBARU - Dinamika hubungan kemitraan antara awak media dan kepolisian menemui titik temu melalui ruang dialog tatap muka. Puluhan jurnalis yang bertugas di lingkungan Kepolisian Daerah Riau menyamp

  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:03

    Pendaftaran Siswa Baru SMA dan SMK Riau Ditutup, Puluhan Ribu Pelajar Tunggu Hasil

    PEKANBARU - Tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Tahun Ajaran 2026/2027 resmi ditutup Jumat (19/6/2026) pukul 13.00 WIB. Saat ini seluruh seko

  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:00

    Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin Roy Suryo dan Dokter Tifa agar Tak Ditahan

    JAKARTA â€" Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan kesiapannya menjadi penjamin bagi Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang berstatus tersangka,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.