Senin, 04 Mei 2026

Internasional

Maria, Alogojo Tembak Mati Gembong Narkoba di Filipina

Sabtu, 27 Agu 2016 11:47
Mirror
Maria, penembak mati gembong narkoba di Filipina.

MANILA – Sebut saja namanya Maria, perempuan yang dibayar pemerintah Filipina untuk menjadi algojo penembak mati para gembong narkoba. Jika di film-film, perempuan seperti Maria digambarkan menjalankan pekerjaan dengan cara-cara yang keren dan untuk tujuan mulia. Kenyataannya jelas berbeda 180 derajat.

Maria berasal dari kalangan miskin. Jasanya disewa seharga 330 poundsterling atau Rp5,7 juta sekali membunuh. Bayaran yang cukup besar untuk bisa menghidupi keluarga dan anak-anaknya.

Pada mulanya, dia menerima bayaran itu karena ingin keluar dari kemiskinan. Suaminya adalah petugas di kepolisian. Selain itu, dia dipandang ahli mendekati korbannya tanpa ketahuan.

"Waktu itu, mereka (pemerintah) bilang sedang membutuhkan (penegak hukum) perempuan. Suami mendorong saya untuk mengisi lowongan itu. Saya diperintahkan membunuh seorang pria. Setelah saya berhasil mendekatinya (tanpa disadari), saya menembaknya," tutur Maria, seperti diulas Mirror, Sabtu (27/8/2016).

Namun kini setelah membunuh lima orang, melihat apa yang terjadi pada orang-orang yang ditinggalkan korbannya, dia menyesal. Maria ingin berhenti, tetapi tersangkut pada sebuah kontrak.

Ia bahkan harus hidup dalam pelarian. Berpindah dari satu rumah ke rumah lain. Sekarang dia mengungkapkan diri ke publik untuk mengurangi sedikit rasa bersalahnya. Meski begitu, dia mengaku masih hidup dalam ketakutan.

Tidak berani mengaku dosa kepada pendeta sekali pun. Dia juga terus dirundung kekhawatiran bahwa keluarga para korbannya suatu hari akan mengejar dia untuk menuntut pembalasan.

"Saya begitu ketakutan, gemetar karena itu pertama kalinya (saya membunuh). Tapi saya pikir, ini saya lakukan untuk putraku. Saya merasa sangat bersalah, sulit rasanya (menerima kenyataan)," ujarnya.

Maria hanyalah satu di antara para perempuan yang terjerumus ke dalam aksi di luar hukum ini. Demi uang mereka rela mematikan perasaan manusiawi itu.

Senator Leila de Lima telah memimpin pengusutan tuntas kasus penembakan para tersangka narkoba di jalan. Hampir 2.000 orang telah dibunuh sejak Rodrigo Duterte dinobatkan sebagai Presiden Filipina pada Juni lalu. Sekira 700 ribu pecandu dan pengedar narkoba kelas teri juga terpaksa menyerahkan diri, daripada mengambil risiko kehilangan nyawanya. (Okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.