- Home
- Internasional
- Mengungkap Kehidupan LGBT di Afghanistan
Internasional
Mengungkap Kehidupan LGBT di Afghanistan
sumber: okezone.com
Minggu, 09 Okt 2016 10:47
BBC berbicara dengan empat warga Afghanistan dengan orientasi seksual yang berbeda-beda. Semuanya bercerita tentang kehidupan rahasia, tetapi semuanya bertekad untuk mempertahankan jati dirinya. Semua nama di tulisan ini diubah dengan alasan keamanan.
BERITA REKOMENDASI
Zainab berumur 19 tahun dan tinggal di rumah. Tetapi orangtua dan saudara-saudaranya tidak mengetahui perasaannya.
"Saya berusia 15 atau 16 tahun ketika menyadari saya tidak menyukai pria. Saya bekerja di salon kecantikan. Terdapat banyak wanita di sekitar saya dan saat itulah saya menyadari bahwa diri saya lebih menyukai perempuan daripada laki-laki," ujar Zainab.
Zainab mengatakan baru setelah bertahun-tahun dia baru memiliki keberanian untuk menyatakan perasaannnya.
(okezone.com)
Internasional
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener