Jumat, 03 Jul 2026

Internasional

Menlu: Australia Jangan Jadi Panggung Gerakan Separatis RI

Sumber : Okezone.com
Rabu, 15 Feb 2017 10:04
Okezone.com
Menlu Retno LP Marsudi menghadiri rapat kerja dengan DPR di Ruang Komisi I DPR RI.
JAKARTA - Hubungan Indonesia dan Australia sempat memanas beberapa bulan terakhir. Salah satu penyebabnya, insiden dugaan penghinaan Pancasila dan pengibaran bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) di KJRI Melbourne.

Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Selasa (14/2/2017), Menlu Retno Marsudi, menyatakan Indonesia telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Australia karena berhasil menangkap pelaku pembobolan KJRI Melbourne.

Pernyataan itu disampaikan Menlu yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto kepada Jaksa Agung Australia, George Brandis dalam pertemuan The 3rd Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting on Law and Security pada 2 Februari di Jakarta.

"Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga mengingatkan Australia tentang pentingnya penghormatan integritas wilayah. Kami tidak ingin melihat Australia dijadikan open stage bagi gerakan separatis," ujar Retno.

Menurut Retno, Bandis merespons dengan menekankan hubungan baik antara Indonesia dengan Australia. Indonesia, kata Bandis, adalah negara yang penting untuk negaranya.

"Selain itu, Bandis juga meyakinkan negaranya tak menganggap remeh kasus tersebut dan berjanji akan memberikan hukuman yang sesuai bagi pelaku," imbuh Retno.

Pada Senin 30 Januari, Polisi Federal Australia (AFP) mengonfirmasi telah menangkap tersangka pengibaran bendera OPM di KJRI Melbourne yaitu seorang pria berusia 42 tahun di Williamstown, Melbourne. Pelaku dikonfirmasi sebagai simpatisan OPM.

Persidangan pelaku akan digelar pada 23 Februari 2017. Pria tersebut didakwa dengan Pelanggaran di Area yang Dilindungi, bertentangan dengan Pasal 20 dari Perlindungan Orang dan Undang-Undang Properti 1971.

"Seperti yang kita duga bahwa yang bersangkutan (pelaku) adalah benar simpatisan gerakan separatis dan sudah sering melakukan aksi-aksi protes yang anarkis," pungkas Retno. (Okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:06

    Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan

    PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:04

    65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

    TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:34

    Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN

    PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor