Rabu, 06 Mei 2026

Internasional

Menlu: Australia Jangan Jadi Panggung Gerakan Separatis RI

Sumber : Okezone.com
Rabu, 15 Feb 2017 10:04
Okezone.com
Menlu Retno LP Marsudi menghadiri rapat kerja dengan DPR di Ruang Komisi I DPR RI.
JAKARTA - Hubungan Indonesia dan Australia sempat memanas beberapa bulan terakhir. Salah satu penyebabnya, insiden dugaan penghinaan Pancasila dan pengibaran bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) di KJRI Melbourne.

Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Selasa (14/2/2017), Menlu Retno Marsudi, menyatakan Indonesia telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Australia karena berhasil menangkap pelaku pembobolan KJRI Melbourne.

Pernyataan itu disampaikan Menlu yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto kepada Jaksa Agung Australia, George Brandis dalam pertemuan The 3rd Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting on Law and Security pada 2 Februari di Jakarta.

"Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga mengingatkan Australia tentang pentingnya penghormatan integritas wilayah. Kami tidak ingin melihat Australia dijadikan open stage bagi gerakan separatis," ujar Retno.

Menurut Retno, Bandis merespons dengan menekankan hubungan baik antara Indonesia dengan Australia. Indonesia, kata Bandis, adalah negara yang penting untuk negaranya.

"Selain itu, Bandis juga meyakinkan negaranya tak menganggap remeh kasus tersebut dan berjanji akan memberikan hukuman yang sesuai bagi pelaku," imbuh Retno.

Pada Senin 30 Januari, Polisi Federal Australia (AFP) mengonfirmasi telah menangkap tersangka pengibaran bendera OPM di KJRI Melbourne yaitu seorang pria berusia 42 tahun di Williamstown, Melbourne. Pelaku dikonfirmasi sebagai simpatisan OPM.

Persidangan pelaku akan digelar pada 23 Februari 2017. Pria tersebut didakwa dengan Pelanggaran di Area yang Dilindungi, bertentangan dengan Pasal 20 dari Perlindungan Orang dan Undang-Undang Properti 1971.

"Seperti yang kita duga bahwa yang bersangkutan (pelaku) adalah benar simpatisan gerakan separatis dan sudah sering melakukan aksi-aksi protes yang anarkis," pungkas Retno. (Okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Mei 2026 16:36

    Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.

    Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:19

    Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati

    Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:08

    Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur

    Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:02

    Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas

    Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan

  • Rabu, 06 Mei 2026 15:09

    I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir

    Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.