- Home
- Internasional
- Menlu Retno Minta Malaysia Bantu Pembebasan WNI Diculik Sabah
Internasional
Menlu Retno Minta Malaysia Bantu Pembebasan WNI Diculik Sabah
Senin, 07 Nov 2016 09:06
SABAH – Penculikan kembali menimpa warga negara Indonesia (WNI) di wilayah Sabah, Malaysia. Mendengar hal tersebut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP langsung bergerak untuk mencari informasi terkait penculikan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima Okezone dari Direktur PWNI, Lalu Mohammad Iqbal pada Minggu (6/11/2016), terdapat dua nakhoda dari dua kapal yang berbeda yang diculik pada Jumat 5 November 2016. Kedua WNI itu berstatus sebagai pekerja legal yang bertugas di kapal penangkap ikan milik Malaysia.
BERITA REKOMENDASI
Lagi, Kelompok Bersenjata Culik Dua Pelaut Indonesia di Sabah
Menhan: Dua WNI Disandera Abu Sayyaf Enggak Boleh Mati
Korban Penyanderaan Abu Sayyaf Gagal Bertemu Gubernur NTT
Pertama adalah kapten asal Buton yang menakhodai kapal bernomor SSK 00520 F. Kedua adalah kapten yang juga berasal dari Buton dan menakhodai kapal bernomor SN 1154/ 4F.
Pihak KJRI di Kota Kinabalu dan KRI di Tawau sudah berkoordinasi dengan pihak di Sandakan demi menggali informasi terkait penculikan yang kembali terjadi itu. Mendengar kembali terjadi penculikan yang menimpa WNI, Menlu Retno pada Sabtu 6 November 2016 pagi langsung menghubungi Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman demi menyampaikan dua hal;
Menlu Retno Prihatin dengan kembali terjadinya penculikan dan penyanderaan di perairan Sabah, Malaysia.
Menlu Retno meminta Pemerintah Malaysia ikut andil dalam proses pembebasan kedua WNI.
Hingga saat ini dicurigai, penculikan itu bukan dilakukan Abu Sayyaf tapi oleh kawanan perampok yang beroperasi di wilayah Tawi-Tawi. Pemerintah Indonesia juga telah mengimbau para WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal di Sabah untuk sementara tidak pergi ke laut hingga situasi keamanan dianggap lebih kondusif. (emj). (okezone.com)
Internasional
Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.
Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.
Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati
Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa
Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana
Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas
Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan
I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir
Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor