Selasa, 04 Agu 2026

Internasional,

Mereda Ketegangan AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 7 Persen

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 04 Agu 2026 13:27
JAKARTA-Harga minyak dunia mengalami koreksi cukup tajam hingga menyentuh level terendah dalam tiga pekan terakhir. Penurunan ini secara langsung dipicu oleh keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membatalkan rencana konfrontasi militer terhadap Iran.

Penutupan perdagangan Senin (3/8/2026) mencatat pelemahan signifikan. Harga minyak mentah Brent merosot 6,35 persen atau sekitar 7 persen hingga menetap di angka 83,77 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 4,33 Dolar AS atau 5,1 persen menuju level 80,34 Dolar AS per barel. Posisi ini menjadi penutupan terendah bagi Brent sejak 13 Juli lalu.

Bantahan Negosiasi Bilateral

Sentimen pasar sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran konflik antara Washington dan Teheran yang berpotensi memutus rantai pasokan dari kawasan Teluk. Namun, kelegaan mulai terasa setelah AS menyatakan penundaan aksi militer dan mengklaim pembicaraan terus berjalan demi tercapainya sebuah kesepakatan.

Pernyataan sepihak tersebut langsung mendapat respons dari Teheran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei memastikan bahwa kabar tersebut tidak berdasar.


"Tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS maupun rencana pertemuan dalam waktu dekat," tegasnya.

Imbas Kuota Baru OPEC+
Selain faktor geopolitik, pelemahan harga juga dipengaruhi oleh kebijakan kelompok produsen minyak OPEC+. Hari Minggu sebelumnya, organisasi ini menyepakati kenaikan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari yang akan mulai direalisasikan bulan September mendatang. Tidak hanya minyak mentah, harga komoditas turunan seperti bensin dan solar di AS turut anjlok sekitar 5 persen di hari yang sama.

Kendati ada penambahan kuota produksi, sejumlah analis menilai langkah tersebut belum tentu langsung menambah likuiditas pasokan global. Proses ekspor energi dari kawasan Teluk, Rusia, hingga Kazakhstan dinilai masih rentan gangguan akibat eskalasi di Timur Tengah dan situasi geopolitik di Eropa Timur.

Risiko Jalur Pelayaran
Ancaman terhadap kelancaran logistik juga belum sepenuhnya reda. Berdasarkan data pelacakan maritim, sejumlah kapal tanker super bermuatan minyak asal Arab Saudi terpaksa mengambil rute memutar mengelilingi Benua Afrika. Hal ini merupakan respons atas ancaman serangan dari kelompok Houthi di Yaman.

Walaupun sebagian kapal Saudi tetap melintasi perairan berisiko di Selat Bab el-Mandeb, lalu lintas komersial di Selat Hormuz terpantau melambat seiring munculnya laporan insiden yang menargetkan sejumlah armada niaga di kawasan tersebut.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/mereda-ketegangan-asiran-harga-minyak-dunia-anjlok-7-persen.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki