Kamis, 23 Apr 2026

Internasional

OKI Kutuk Pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem, Serukan Boikot

Sabtu, 01 Jun 2019 13:26
Detik.com
Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud
MEKAH - Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mengutuk pemindahan kedutaan Amerika Serikat dan Guatemala ke Yerusalem dan menyerukan semua anggota untuk memboikot negara-negara yang telah membuka misi diplomatik di kota tersebut.

Hal tersebut disampaikan dalam pernyataan final KTT OKI yang digelar di Mekah, Arab Saudi hari ini seperti dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (1/6/2019). Dalam statemen bersamanya, OKI yang beranggotakan 57 negara itu, mengutuk keputusan AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel.

OKI juga menentang semua langkah-langkah ilegal Israel yang dimaksudkan untuk mengubah fakta-fakta di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem.

KTT OKI juga mengutuk situasi tidak manusiawi yang dialami warga muslim Rohingya di Myanmar dan menyerukan dihentikannya kekerasan. OKI menekankan bahwa pemerintah Myanmar punya tanggung jawab untuk melindungi warga negaranya.

Sebelumnya, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud mengecam Iran atas serangan-serangan baru-baru ini yang menargetkan kerajaan tersebut.

Raja Salman menyalahkan para milisi Houthi di Yaman yang didukung Iran, atas serangan drone terhadap sebuah jalur pipa minyak Saudi. "Kami menekankan bahwa tindakan teroris subversif ini ditujukan tidak hanya pada kerajaan dan wilayah Teluk, tetapi juga pada keamanan navigasi dan pasokan energi bagi dunia," cetus Raja Salman dalam pidatonya saat membuka KTT OKI.

Iran yang mengirimkan utusannya ke KTT OKI tersebut, membantah terlibat dalam serangan tersebut.

Ketegangan di wilayah tersebut meningkat setelah empat kapal tanker minyak, termasuk dua kapal tanker Saudi, rusak dalam serangan sabotase misterius di lepas pantai Uni Emirat Arab pada 12 Mei lalu. Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton menyebut kapal-kapal tersebut diserang dengan menggunakan "ranjau-ranjau laut yang hampir pasti berasal dari Iran." Pemerintah Iran telah membantah tuduhan itu.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:58

    Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector

    DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:55

    Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi

    DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:53

    Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”

    MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.