Kamis, 23 Apr 2026

Internasional

PBB: Korea Utara Sengaja Buat Rakyatnya Kelaparan

Rabu, 29 Mei 2019 11:30
Dok: Reuters
Petani Korea Utara.

NEW YORK - Kantor hak asasi PBB menuduh pemerintah Korea Utara sengaja membuat rakyatnya kelaparan.

Kantor HAM mendapati, orang terjebak dalam sistem korupsi dan represi yang endemik, yang membuat mereka terperosok ke kemiskinan dan kekurangan seumur hidup.

Laporan kantor HAM PBB itu didasarkan pada lebih 200 orang Korea Utara yang melarikan diri ke, dan diwawancarai di, Korea Selatan selama dua tahun terakhir.

Saksi mata mengatakan sistem sosial dan ekonomi Korea Utara didasarkan pada praktik menyuap pejabat yang merajalela.

Juru bicara kantor HAM PBB, Marta Hurtado, mengatakan suap di Korea Utara telah menjadi sarana penting untuk bertahan hidup.

"Ancaman penangkapan dan penuntutan yang terus menerus memberi pejabat-pejabat negara sarana ampuh untuk memeras uang dan bantuan lain dari orang-orang yang sangat ingin menghindari penahanan yang kondisinya tidak manusiawi."

"Selain itu, kondisi hidup dan perlakuan terhadap tahanan juga bisa bergantung pada pembayaran suap," kata Hurtado.

Laporan itu mendapati hampir 11 juta orang, atau lebih dari 43 persen populasi, kekurangan gizi dan senantiasa dalam kondisi kelaparan.

Sementara orang mengais makanan dan kebutuhan dasar lain, laporan itu menyebutkan sumber daya besar terus dihabiskan untuk militer.

Angka resmi menyebutkan persentase anggaran nasional yang dialokasikan untuk militer antara 14 dan 16 persen. Tetapi Hurtado mengatakan perkiraan organisasi non-pemerintah percaya bahwa jumlah itu bisa setinggi 50 persen.

Kepada VOA, ia mengatakan, agensinya mengakui pentingnya pembicaraan Amerika dengan Korea Utara dalam upaya mencoba mengurangi persenjataan nuklir Korea Utara. Tetapi, ia mengatakan, hak asasi harus menjadi inti negosiasi tersebut.

Laporan itu merekomendasikan reformasi drastis dalam hukum pidana dan, terutama dalam pembentukan undang-undang di Korea Utara.

Memberi penilaian atas temuan-temuan itu, Kepala kantor HAM PBB Michele Bachelet mengatakan orang tidak boleh ditangkap, ditahan, diadili atau dijadikan sumber pemerasan, hanya karena mencoba memperoleh standar hidup yang layak.



Sumber: okezone.com

Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:58

    Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector

    DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:55

    Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi

    DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:53

    Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”

    MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.