Sabtu, 02 Mei 2026

Internasional

PM Kanada Murka Warganya Dieksekusi Abu Sayyaf

Selasa, 26 Apr 2016 13:38
Reuters/Youtube)
Tiga orang sandera Kelompok Abu Sayyaf: Robert Hall (ki), John Ridsdel (tgh), dan Kjartan Sekkingstad (ka).

ALBERTA – Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menyampaikan kemarahannya atas pembunuhan salah satu warga negaranya oleh kelompok militan Filipina Abu Sayyaf dan menyebut tindakan itu sebagai pembunuhan berdarah dingin.

John Ridsdel, seorang mantan pegawai perusahaan pertambangan diculik oleh Kelompok Abu Sayyaf pada 21 September 2015 lalu. Dia bersama dengan seorang warga Kanada lainnya Robert Hall, manajer resor asal Norwegia Kjartan Sekkingstad, dan warga Filipina Marites Flo diculik dari kapal pesiar yang mereka tumpangi di Pulau Samal, Filipina.

Kepala pria berusia 68 tahun itu ditemukan oleh tentara Filipina di sebuah pulau terpencil lima jam setelah batas waktu tuntutan tebusan yang diajukan para militan tidak dipenuhi.

"Saya sangat marah mendengar berita bahwa seorang warga Kanada, John Ridsdel, yang disandera di Filipina sejak 21 September 2015, telah dibunuh oleh penyanderanya," kata Trudeau sebagaimana dilansir dari Rappler, Selasa, (26/4/2016).

"Kanada sangat jelas mengutuk kebrutalan dari para pelaku penyanderaan dan kematian yang tidak perlu terjadi ini. Ini adalah sebuah pembunuhan yang dilakukan dengan darah dingin dan tanggung jawab sepenuhnya berada pada kelompok teroris yang menjadikannya sandera."

Trudeau menolak untuk menjawab pertanyaan mengenai apakah Pemerintah Kanada telah mencoba melakukan negosiasi dengan para penyandera atau membayar tebusan dan apakah mereka berusaha untuk membebaskan seorang warga Kanada lainnya, Robert Hall yang masih ditawan.

Sebelumnya, Kelompok Abu Sayyaf menuntut tebusan sebesar 300 juta Peso atau sekira Rp84 miliar untuk nyawa Ridsdel yang harus dipenuhi sebelum 25 April. Namun, tuntutan itu tidak dipenuhi.

Trudeau mengatakan negaranya bekerjasama dengan Pemerintah Filipina untuk mengejar dan menghukum pembunuh Ridsdel dan tengah berupaya untuk membebaskan sandera-sandera lainnya.(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.