- Home
- Internasional
- Pangeran Alwaleed Tolak Bayar "Uang Damai" Setelah Ditangkap Arab Saudi
Pangeran Alwaleed Tolak Bayar "Uang Damai" Setelah Ditangkap Arab Saudi
Kamis, 21 Des 2017 13:14
RIYADH – Miliuner Arab Saudi yang ditangkap dalam operasi anti-korupsi , Pangeran Alwaleed bin Talal dilaporkan menolak membayar "uang damai" kepada pihak berwenang Arab Saudi untuk menebus kebebasannya. Berdasarkan keterangan sumber yang dekat dengan penyelidikan kasus dugaan korupsi, Pangeran Alwaleed disebut berniat untuk membantah tuduhan terhadapnya dan membawa kasusnya ke pengadilan bersama dengan pengacaranya.
Pangeran Alwaleed ditangkap dalam operasi anti-korupsi pimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman bulan lalu bersama dengan sekira 200 orang lainnya, termasuk anggota keluarga kerajaan dan pejabat senior Arab Saudi. Namun, banyak Pangeran Saudi yang dilaporkan menebus kebebasannya dengan membayar uang dalam jumlah yang disyaratkan kepada pihak berwenang.Diwartakan Middle East Monitor, Kamis, (21/12/2017), Arab Saudi ingin mendapatkan sedikitnya USD100 miliar dari operasi "pembersihan" korupsi tersebut untuk menutup defisit keuangannya.
Surat kabar Financial Times melaporkan, baik investasi domestik maupun investasi asing milik Pangeran Alwaleed telah terkena dampak dari penahanan sang milyuner yang hampir memasuki bulan kedua. Kerugian itu ditaksir mencapai nilai miliaran dolar.
"Sekarang Pangeran Alwaleed yang dilanda krisis setelah penahanannya bulan lalu. Tapi, pada saat yang dibutuhkannya, tidak ada yang secara terbuka membantunya. Di saat yang sama miliaran dolar telah dihapus dari kekayaannya dan firma investasi yang didirikannya, Kingdom Holding Company, mengalami ketidakpastian," demikian dilaporkan Financial Times.
Seorang bankir yang dekat dengan Alwaleed mengatakan, pangeran berusia 62 tahun itu mungkin akan memilih untuk melakukan kesepakatan dengan pihak berwenang Arab Saudi agar bisa kembali bebas. Namun, dengan kesepakatan itu Pangeran Alwaleed kemungkinan harus menyerahkan sebagian kekayaannya kepada kerajaan.
(OKEZONE.COM)
Internasional
Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka
Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J
BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia
BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe
Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan
PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab
65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan
TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl
Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN
PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang