Minggu, 26 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Pemerintah Jerman Izinkan Pengiriman Senjata ke Arab Saudi dan UEA

Internasional

Pemerintah Jerman Izinkan Pengiriman Senjata ke Arab Saudi dan UEA

Sabtu, 13 Apr 2019 09:24
Detik.com
BERLIN - Dewan Keamanan Nasional Jerman, sebuah komisi tertutup yang terdiri dari Kanselir Angela Merkel dan para menteri utamanya, akhirnya menyetujui pengiriman suku cadang persenjataan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang terlibat langsung dalam perang di Yaman.

Dua minggu lalu, pemerintah Jerman memutuskan untuk memperpanjang larangan penjualan senjata ke Arab Saudi, yang diberlakukan setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Namun, perpanjangan larangan itu dikritik oleh mitra-mitra Jerman di Eropa, terutama Prancis dan Inggris, yang mengembangkan sistem persenjataan bersama dengan Jerman. Akibat larangan Jerman itu, Prancis dan Inggris kesulitan memasok persenjataan ke Arab Saudi.

Termasuk ekspor senjata ke Indonesia

Dewan Keamanan Jerman juga menyetujui pengiriman perlengkapan persenjataan dari perusahaan Kamag yang berpusat di Ulm ke Prancis, yang kemudian akan mengirim produk-produk tersebut ke Arab Saudi.

Ekspor ke Uni Emirat Arab yang diizinkan perlengkapan sistem radar dan pelacakan artileri "Cobra" yang merupakan produksi bersama Jerman-Prancis.

Selain itu Dewan Keamanan menyetujui pengapalan tiga kendaraan lapis baja "Dingo" (foto artikel), 168 hulu ledak ke Qatar dan 92 motor listrik untuk pengangkut personel lapis baja tipe "Fuchs" ke Aljazair.

Selain ke kawasan Timur Tengah, Jerman juga mengekspor senjata ke kawasan Asia. Yang sudah diizinkan Dewan Keamanan antara lain 18.000 detonator untuk granat mortir ke Indonesia dan 3.000 senjata anti-tank ke Singapura.

Kritik oposisi

Kalangan oposisi bereaksi keras atas keputusan Dewan Keamanan yang dianggap melanggar aturan ketat ekspor senjata Jerman. Secara umum Jerman melarang ekspor senjata ke kawasan perang atau daerah yang sedang dilanda konflik.

"Tampaknya segalanya tidak berjalan cukup cepat dengan pengiriman senjata baru ke (negara-negara) koalisi perang di Yaman," kata Ketua Fraksi Partai Kiri Die Linke, Sevim Dagdelen.

Dia selanjutnya mengatakan, persetujuan itu adalah "tindakan kriminal dan pelanggaran hukum Eropa yang berlaku saat ini.





Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:45

    4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!

    EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:43

    Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat

    JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:40

    Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet

    JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:38

    Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?

    BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.