Sabtu, 02 Mei 2026

Internasional

Penampakan Pertama Buaya Terbang Rusia Terekam Video

Kamis, 07 Apr 2016 11:57
okezone.com
Helikopter Kamov Ka-52 "Alligator"

Al-QARYATAYN – Sejumlah jet-jet tempur Rusia memang sudah kembali ke negaranya dan tak lagi menyokong manuver-manuver pasukan Suriah, dalam menggempur militan ISIS.

Namun setidaknya pasukan Suriah masih mendapat dukungan serangan udara dari "buaya terbang" milik Negeri Beruang Merah. Bukan buaya betulan tentunya. Melainkan helikopter intai-serbu Kamov Ka-52 "Alligator".

Rusia menamai helikopter serbu varian lain dari Ka-50 ini dengan sebutan buaya dengan suatu alasan kemampuannya yang lebih khusus dari Ka-50, kendati Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyebutnya "Hokum B".

Helikopter Ka-52 buatan manufaktur AAC Progress JSC ini, sedianya pertama kali debut dalam aksi garis depan sejak 2001 lalu, kala Rusia berjibaku dalam konflik Republik Chechen.

Tapi baru pada Minggu, 3 April 2016 lalu, penampakan helikopter yang dikembangkan pada akhir 1990an ini, terekam kamera video untuk kali pertama.

Penampakan pertama si Buaya Terbang itu juga diunggah Sputnik ke sosial media YouTube dan dalam video berdurasi 47 detik tersebut, sedikitnya tiga unit Ka-52 unjuk aksi menggempur beberapa target ISIS dengan memuntahkan sejumlah misil di Al-Qaryatayn, Suriah.

Sedikit mengulas si Buaya Terbang ini, Ka-52 disebutkan bisa beroperasi terbang dan berputar 360 derajat di semua kondisi cuaca dan mampu mendarat di semua kontur permukaan.

Helikopter ini didesain untuk bisa menghancurkan tank dan sejumlah kendaraan lapis baja lainnya, serta sasaran pasukan musuh di darat.

Helikopter yang juga berperan taktis dalam misi pengintaian ini, bisa terbang dengan kecepatan 290 kilometer per jam dan terbang dengan ketinggian mencapai lima ribu meter berkat sokongan mesin "turboshaft" VK-2500.

Bahkan Ka-52 bisa dijadikan sebagai "pos" komando udara bagi infantri, lantaran dilengkapi beragam perangkat elektronik canggih berstandar internasional.

Sebagai modal ofensif, Ka-52 diperkuat meriam otomatis 2A42 30mm, misil anti-tank berpandu laser AT-16 Vikhr, misil anti-permukaan Kh-25, serta misil anti-udara Igla-B. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.