- Home
- Internasional
- Penduduk Ukraina Berlindung dari Serangan Rusia di Stasiun Bawah Tanah
Penduduk Ukraina Berlindung dari Serangan Rusia di Stasiun Bawah Tanah
Admin
Jumat, 25 Feb 2022 16:46
Penduduk Ukraina turun ke stasiun metro bawah tanah untuk menghindari hari pertama serangan militer Rusia di negara itu. Foto-foto menunjukkan gerombolan penduduk dan keluarga - termasuk warga lanjut usia dan bayi di kereta bayi - menghabiskan malam di stasiun metro di Kiev dan Kharkiv.
Dilansir BBC (25/2), banyak yang terbungkus selimut dan pakaian hangat, dan dikelilingi oleh tas-tas berisi barang-barang pribadi
Jam malam diberlakukan di Ukraina, dan stasiun metro tetap buka sebagai tempat perlindungan bom. Ribuan orang Ukraina telah meninggalkan rumah mereka untuk mencari keselamatan di negara-negara tetangga. Angka yang diperkirakan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi lebih dari 100.000.
Polandia yang terletak tepat di sebelah timur Ukraina juga telah mendirikan pusat penerimaan di sepanjang perbatasannya sebagai persiapan untuk masuknya pengungsi perang.
Mengungsi ke Polandia
Sementara itu, ratusan pengungsi dari Ukraina juga berlindung di stasiun kereta Polandia. Mereka terdiri dari anak-anak dan perempuan memadati stasiun tersebut.
"Saya datang dari Kiev. Saya mendengar ledakan di samping bangunan saya, dan saya cepat-cepat bersiap, saya membawa hampir semuanya," kata Olha (36), seorang guru di Institut Politeknik Kiev seperti dikutip AFP.
"Banyak dari mereka dalam bahaya dan tidak bisa kabur dengan cepat. Banyak kesulitan akan menimpa kami," ungkap dia.
Ratusan pengungsi ini melarikan diri ke stasiun kota Przemysl, Polandia, yang berjarak beberapa kilometer dari perbatasan Ukraina beberapa saat setelah invansi Rusia.
137 Warga Ukraina Tewas
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, setidaknya 137 orang telah tewas dan 316 terluka selama invasi. Dalam pidato video, dia kemudian mengatakan memperingatkan penyabot memasuki ibukota.
"Kami juga memiliki informasi bahwa kelompok sabotase musuh telah memasuki Kyiv. Musuh menandai saya sebagai target nomor satu,” kata Zelenskyy.
"Mereka ingin menghancurkan Ukraina secara politik dengan menghancurkan kepala negara," katanya.