Minggu, 03 Mei 2026

Internasional

Penembak Donald Trump Terancam Penjara 10 Tahun atas Tiga Kasus

Kamis, 30 Jun 2016 12:11
John Locher/AP
Michael Sanford ditangkap dalam upaya pembunuhan terhadap Donald Trump.

LAS VEGAS – Pemuda 20 tahun asal Inggris bernama Michael Sandford terancam divonis 10 tahun penjara atas tiga kasus kejahatan. Salah satunya adalah percobaan pembunuhan terhadap calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Las Vegas pada dua pekan lalu. Sementara dua kasus lain berhubungan dengan dokumen perjalanannya yang tidak lengkap dan masalah kepemilikan senjata.

Selain hukuman penjara, hakim juga mengenainya denda sebesar USD250 ribu atau setara Rp3,2 miliar per kasusnya jika terbukti bersalah atas ketiga tuduhan tersebut.

Sandford setidaknya terbukti masuk ke AS secara ilegal. Menurut pengakuannya kepada penyidik, dia datang dengan mengemudi dari San Bernardino, California, ke Treasure Island di Las Vegas dengan maksud yang jelas yakni membunuh capres dari Partai Republik tersebut.

Untuk mewujudkan niat itu, Sandford bahkan mengikuti pelatihan menembak di Las Vegas sehari sebelumnya. Senjata yang dipakainya untuk berlatih adalah senjata tangan Glock 9 yang berisi peluru seukuran 9 x 19 milimeter. Pistol buatan AS ini merupakan senjata yang umum digunakan di seluruh dunia.

Pada hari H, berbekal sebuah tiket masuk ke kampanye Trump di Teater Mystere pada 18 Juni 2016. Dengan nekat, dia merampas pistol milik polisi yang berjaga dan berusaha menembak tepat ke arah sasarannya.

Namun upaya itu berhasil digagalkan petugas dan Sanford yang mengaku agen rahasia gagal menjalankan rencana yang sudah direncanakan setahun terakhir, berakhir digiring ke balik jeruji besi. Insiden ini terbilang mengejutkan bagi ayahnya, karena setahunya sang putra tidak memiliki ketertarikan sama sekali di bidang politik.

"Dia tidak pernah menunjukkan kecenderungan bersikap kasar atau menjadi anak nakal sebelumnya. Dia anak yang baik dan ibarat kata, membunuh nyamuk pun tidak akan tega. (Ini serius,) karena dia melarang kami menggunakan obat semprot untuk membasmi nyamuk," terang ayah tersangka, seperti dikutip dari Independent, Kamis (30/6/2016).

Kasus Sandford masih bergulir di persidangan. Panggilan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 6 Juli, sekira pukul 15.00 waktu setempat (7 Juli 2016 pukul 03.00 WIB). (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.