Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Penyanderaan di Rumah Veteran California Berakhir, Pelaku dan 3 Sandera Tewas

Penyanderaan di Rumah Veteran California Berakhir, Pelaku dan 3 Sandera Tewas

Sabtu, 10 Mar 2018 15:02

CALIFORNIA – Situasi penyanderaan di Pathway Home, Yountville, Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), resmi berakhir. Pria bersenjata yang sempat menyandera tiga orang itu ditemukan tewas bersama dengan korbannya.

"Ini adalah berita tragis, sesuatu yang sebenarnya tidak ingin kami umumkan kepada publik," ujar juru bicara Petugas Patroli Jalan Layang California, Chris Childs, mengutip dari NBC News, Sabtu (10/3/2018).

Ia menerangkan, aparat penegak hukum mendobrak masuk ke dalam ruangan di mana pria bersenjata itu menyandera korbannya pada Jumat 9 Maret sekira pukul 18.00 waktu setempat. Aparat menemukan seorang pria dan tiga orang perempuan tewas.

Chris Childs mengatakan, situasi penyanderaan itu secara resmi telah berakhir dan tidak ada lagi ancaman kepada masyarakat sekitar. Ia juga memastikan penyelidikan menyeluruh tetap dilakukan meski aparat belum merilis identitas tersangka dan ketiga korbannya.

Sebagaimana diberitakan, seorang pria bersenjata yang pernah mengabdi di militer Amerika Serikat (AS), melepaskan tembakan pada Jumat 9 Maret sore waktu setempat di sebuah rumah yang diperuntukkan bagi veteran perang. Usai menembak, pria itu menyandera tiga orang.

Insiden terjadi di Yountville, sebuah kota kecil sekira 96 kilometer (km) sebelah utara San Fransisco, California. Senator California, Bill Dodd mengatakan, pria bersenjata itu adalah anggota dari Pathway Home, sebuah program bagi para veteran militer yang mengalami stres pasca-trauma (PTSD).

Ia meyakini para sandera adalah pegawai di Pathway Home tersebut, yang juga rekan kerja si pria bersenjata. Pria bernama Larry Kamer mengatakan, istrinya sempat berjumpa dengan pria bersenjata itu saat pelaku memasuki Pathway Home.

"Dia cukup terguncang dan saat ini terkunci di bangunan itu, tetapi (ia) tenang-tenang saja. Pria itu memasuki gedung sambil menyandang senapan serbu. Dia sempat bertatap muka dengan istri saya," ungkap Larry Kamer.

Seorang penghuni Pathway Home, Rod Allen menjelaskan, pria bersenjata itu menyandera tiga orang setelah mempersilakan hadirin di sebuah pesta untuk pergi. Setelahnya, pria itu melepaskan sekira 30 tembakan.

(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.