Senin, 22 Jun 2026

Perempuan Kristen Suriah Turut Bangkit Perangi Teroris

Senin, 21 Des 2015 14:55
Reuters
Para pejuang perempuan di Suriah
DAMASKUS – Kelompok teroris ISIS tengah benar-benar jadi target buruan dan bombardir seluruh dunia. Tidak hanya negara-negara barat, kaum mayoritas, dan laki-laki yang maju berperang. Kini para perempuan dari kalangan minoritas di Suriah, yakni yang menganut Agama Kristen, bangkit dari zona nyamannya dan maju ke medan perang menantang ISIS.

Hadirnya kelompok pejuang perempuan asal Suriah yang menamai dirinya 'The Female Protection Forces of The Land Between Two Rivers' atau 'Pejuang Perempuan Pelindung Daratan antar Dua Sungai' (Tigris dan Efrata) ini otomatis menambah jumlah pasukan perempuan yang angkat senjata mengonfrontasi ISIS secara langsung.

Banyak dari para pejuang Kristen Suriah itu adalah perempuan yang sudah menikah dan menjadi seorang ibu, walau ada juga yang masih remaja. Mereka termotivasi maju ke medan perang untuk melindungi anak-anak, keluarga, serta masa depan mereka di negara Timur Tengah yang terus bergejolak.

Ditambah, tersiar kabar juga bahwa ISIS takut kepada perempuan-perempuan Suriah. Terlepas dari banyaknya perempuan Yazidi yang jadi korban kekejaman kelompok ekstremis tersebut.

Meskipun kelompok ini jumlahnya relatif sedikit, yakni baru saja meluluskan 50 militan perempuan, kelompok pejuang ini diharapkan akan bertumbuh semakin besar. Pengalaman perang mereka juga masih minim sehingga konsentrasi mereka kini sebatas melindungi daerah yang dihuni mayoritas Kristen Suriah di Provinsi Hasakah.

Perjuangan mereka di sana tentunya tidak sendiri. Kelompok ini juga dikabarkan telah bergabung dengan Pasukan perempuan Kurdi dan Arab, membentuk koalisi bernama Pejuang Demokrasi Suriah (SDF).

Dilansir dari Gospel Herald, Senin (21/12/2015), koalisi pasukan pejuang perempuan ini telah berhasil merebut Kota Al Hol yang menjadi lokasi kunci rute perjalanan dari Suriah menuju Irak. Keberhasilan ini juga menandai kemenangan pertama SDF, yang telah merebut sekira 200 desa di wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Para pejuang perempuan Kristen Suriah memiliki kamp pelatihan sendiri di kota Al Qahtaniyeh atau Kabre Hyore. Di Kurdi, wilayah itu juga dikenal dengan sebutan Tirbespi. Mereka dilatih di gedung kincir angin tua dan menjalani serangkaian pelatihan militer, kebugaran, dan mempelajari pengetahuan perang.

Pasukan ini diyakini mendapatkan sokongan persenjataan dari Amerika Serikat (AS). Umat Kristiani di Suriah berkisar 10-15 persen saja dari keseluruhan populasi. Mereka menganut tradisi Kristen Ortodoks dan Katolik, serta berdoa dalam bahasa Aramaik, yang diyakini sebagai bahasa Tuhan.

Awalnya jumlah mereka mencapai 89 ribu orang dan bermukim di timur laut Suriah. Namun seiring datangnya penyiksaan dari ISIS, jumlahnya berangsur-angsur menurun.

Diwartakan, Independent, ribuan orang Kristen di Suriah terpaksa meninggalkan rumah mereka karena di daerah kekuasaan ISIS, mereka diwajibkan untuk berpindah keyakinan dan membayar retribusi agama atau menghadapi kematian.

Berikut adalah beberapa hasil wawancara AFP dengan para pejuang perempuan Kristen Suriah, seperti yang dikutip dari Daily Mail:

1. Ormia (18)

Remaja perempuan yang satu ini awalnya takut dengan suara ledakan dalam medan perang.

"Aku takut suara meriam menembak, tapi rasa takutku sekarang sudah hilang. Aku akan senang bisa berada di garis terdepan dalam memerangi teroris," katanya.

2. Thabirta Samir (24)

"Saya dulu bekerja untuk asosiasi budaya Suriah, tapi sekarang saya merasa senang bekerja di bidang militer. Saya tidak takut Daesh (sebutan ISIS), dan kami akan hadir dalam pertempuran mendatang melawan teroris," ujar dia.

3. Lucia (18)

Perempuan yang satu ini berjuang ke medan perang bersama adik perempuannya, meskipun ibunya sempat melarang. Ia juga rela melepaskan studinya demi bergabung dengan kelompok pejuang ini.

"Saya berpartisipasi dalam pertempuran untuk pertama kalinya di daerah Al-Hol, tapi tim saya tidak diserang oleh ISIS. Saya berjuang dengan persenjataan Kalashnikov, tapi sekarang ini saya belum siap untuk menjadi penembak jitu elit," ungkap remaja yang agak pemalu ini.

Ia mudah dikenali dari kalung salib kayu di lehernya dan bandana yang melingkari kepalanya.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jun 2026 17:32

    Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1

    HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:27

    Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan

    PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:21

    200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu

    RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:18

    Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian

    KUANSING â€" Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:16

    Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah

    KUANSING â€" Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.