Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Petinggi Kartel Meksiko dan Istrinya Ditembak Mati Saat di Rumah Sakit

Petinggi Kartel Meksiko dan Istrinya Ditembak Mati Saat di Rumah Sakit

Selasa, 06 Mar 2018 13:54
Cancun - Empat pria bersenjata menyerbu sebuah rumah sakit di kota turis Cancun. Mereka menembak mati pria petinggi kartel obat bius Meksiko dan istrinya. Hal itu diungkapkan oleh polisi di negara bagian Quintana Roo.

Petinggi kartel Meksiko terkait obat bius itu bernama Alfonso Contreras Espinoza, alias "El Poncho". Demikian kata pejabat negara yang enggan menyebut identitasnya seperti dikutip dari The Guardian pada Selasa (6/3/2018).

Contreras Espinoza ditangkap pada Juli lalu karena kepemilikan senjata. Namun, diperbolehkan keluar dari penjara di bawah pengawasan keamanan untuk berobat ke rumah sakit.

El Poncho diduga salah satu kepala operasi obat bius di Cancun yang masih terkait dengan kartel serupa kawasan Teluk.

Persaingan antar kartel Meksiko di Cancun kian meruncing. Pasalnya, geng Jalisco New Generation pindah ke kota turis itu tahun lalu. Kelompok yang dikenal kerap menggunakan kekerasan langsung menguasai kawasan. Memberangus kelompok lain.

Kantor kejaksaan mengatakan empat penyerang tersebut berhasil mengalahkan salah satu penjaga rumah sakit dan pergi ke daerah di mana Contreras Espinoza dirawat, membunuhnya beserta sang istri, sebelum mereka bisa melarikan diri.

Polisi negara bagian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan tersebut "mungkin merupakan persaingan antara geng obat bius."

Rumah sakit swasta tempat dibantainya petinggi kartel Meksiko itu terletak tidak jauh dari kawasan wisata Cancún.

Ketiga Kali dalam Dua Minggu

Insiden tersebut merupakan peristiwa ketiga kalinya di negara bagian dalam waktu kurang dari dua minggu. Pada hari Kamis, perangkat peledak yang ditemukan di feri turis yang melayani rute antara resor Karibia di Playa del Carmen dan Pulau Cozumel.

Lalu, sebuah ledakan pada tanggal 21 Februari mengguncang feri lain yang menempuh rute yang sama, melukai 19 orang Meksiko dan setidaknya lima warga AS.

Kedutaan Besar AS di Meksiko melarang pekerjanya menggunakan feri turis manapun karena alat peledak ditemukan dalam insiden terbaru.

Cancún, yang merupakan tujuan wisata yang populer, telah terhindar dari kekerasan yang mengganggu Meksiko. Namun pada Januari 2017, orang-orang bersenjata menyerang kantor kejaksaan di sana, menewaskan empat orang.

Sehari sebelumnya, sebuah penembakan meletus di festival musik di Playa del Carmen dan membuat tiga orang asing serta dua orang Meksiko tewas.

(liputan6.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.