Kigali, Rwanda - Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, dan lebih dari 140 orang mengalami luka, akibat tersambar
petir di Rwanda.
Petir tersebut menyambar sebuah Gereja Advent di salah satu bagian
selatan Rwanda, di tengah berlangsungnya ibadah mingguan yang diikuti
oleh hampir 200 jemaat.
Dilansir dari Time.com pada Senin (12/3/2018), sebanyak 17 orang terkena dampak langsung sambaran petir, dan segera dilarikan ke rumah sakit sesaat setelahnya.
Namun nahas, hanya nyawa satu orang yang berhasil diselamatkan,
sementara sisanya meninggal dunia karena pembekuan aliran darah yang
mendadak akibat sengatan listrik (pada petir) berdaya tinggi.
Dua orang di antara korban tewas, dilaporkan mengalami luka bakar
serius yang membuatya kehilangan nyawa saat mendapat pertolongan
pertama.
Dugaan terkini menyebut adanya material konduktor yang terekspos pada
jaringan listrik terbuka, sehingga menimbulkan hantaran listrik yang
mengenai area lantai gereja.
Otoritas setempat mengatakan masih menyelidiki penyebab di balik insiden gereja yang tersambar petir tersebut.
Wilayah Rwanda Sering Tersambar Petir
Sebelumnya,
kejadian serupa juga terjadi pada hari Jumat, 9 Maret 2018, ketika 18
orang siswa tersambar petir saat pulang sekolah. Seorang di antaranya
dilaporkan meninggal saat dirawat di rumah sakit.
Sementara itu pada Oktober lalu, dilaporkan sambaran petir menyebabkan 18 orang meninggal di beberapa daerah di Rwanda.
Menurut catatan Organisasi Meteorologi Dunia, Rwanda merupakan salah
satu negara yang memiliki frekuensi petir tertinggi di seantero jagat.
Puluhan kasus sambaran petir mematikan dilaporkan terjadi setiap
tahunnya di Rwanda, membuat tidak sedikit jatuhnya korban pada manusia
dan hewan ternak.
Menurut Kementerian Manajemen Bencana dan MIgrasi, sambaran petir
juga dilaporkan melukai 61 dan membunuh 48 hewan ternak pada 2016 lalu.
(Liputan6.com)
Internasional