Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Picu Longsor dan Banjir, Badai Usman Tewaskan 22 Orang di Filipina

Internasional

Picu Longsor dan Banjir, Badai Usman Tewaskan 22 Orang di Filipina

Senin, 31 Des 2018 11:49
Detik.com
Manila - Sedikitnya 22 orang tewas akibat badai yang menerjang wilayah Filipina sejak akhir pekan kemarin. Upaya penyelamatan para korban masih terus berlangsung di area permukiman yang digenangi banjir akibat badai.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (31/12/2018), jumlah korban tewas terus bertambah selang empat hari sejak badai bernama 'Usman' ini menerjang dan membawa hujan lebat di wilayah Bicol dan Visaya Timur, Filipina. Badai ini memicu banjir besar-besaran dan tanah longsor di sejumlah area.

Dituturkan sejumlah pejabat Otoritas Pertahanan Sipil setempat bahwa sejauh ini 16 orang tewas di wilayah Bicol dan enam orang lainnya tewas di Visaya Timur. Juru bicara badan penanggulangan bencana Filipina, Edgar Posadas, menyebut salah satu korban tewas merupakan seorang bocah berusia 3 tahun.

Laporan kantor Otoritas Pertahanan Sipil setempat menyebut kebanyakan korban tewas akibat tertimbun longsor dan tenggelam dalam banjir. Banjir yang menerjang masih belum surut di beberapa area meskipun badai Usman mulai melemah.

"Sebagian besar area-area (yang terdampak) masih digenangi banjir. Kami mengerahkan para tentara dan perahu karet untuk menyelamatkan keluarga-keluarga. Di beberapa area, banjir telah mencapai atap-atap rumah," sebut Kepala Kantor Pertahanan Sipil Wilayah Bicol, Claudio Yucot, kepada AFP.

Lebih dari 22 ribu orang telah mengungsi dari rumah-rumah mereka sebelum badai menerjang. Badai ini menghancurkan sawah-sawah dan ladang jagung setempat, juga membuat jalanan dan jembatan tidak bisa diakses.

Para prakirawan cuaca dari pemerintahan menyebut hujan lebat masih akan mengguyur hingga 24 jam ke depan di Filipina Utara.

Diketahui bahwa sekitar 20 topan dan badai menerjang wilayah Filipina setiap tahunnya hingga menewaskan ratusan orang. Topan paling mematikan yang menerjang Filipina adalah super topan Haiyan. Lebih dari 7.360 orang dilaporkan tewas atau hilang akibat topan itu tahun 2013 lalu.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 13:52

    Gerbong Mutasi Polri Bergerak, Sejumlah Pejabat Utama Polda Riau Resmi Berganti

    PEKANBARU - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia kembali merotasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Kepolisian Daerah Riau, Jumat (26/6/2026).Berdasarkan surat telegram

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:49

    Serbuk Sorgum Ternyata Jadi Sumber Energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap

    PPT PLN Indonesia Power (PLN IP) memanfaatkan biomassa berupa serbuk sorgum yang dihasilkan oleh masyarakat sebagai campuran bahan bakar (co-firing) batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.Direkt

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:47

    Dendam Berujung Pembacokan, Pemuda di Makassar Serang Mahasiswa

    Tim Opsnal Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Panakkukang menangkap AF (18), pelaku pembacokan terhadap seorang mahasiswa di Jalan Maccini Raya, Kelurahan Sinrijala, Makassar. Berdasarkan hasil pemeri

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:45

    Pengusaha Ayam Fillet Bakar di Bandung Mengadu ke BPSK Terkait Pemadaman Listrik, Minta Ganti Rugi Rp2 Ribu

    Seorang pengusaha ayam fillet bakar, Dadi mendatangi Kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bandung pada Kamis (25/6) untuk melayangkan aduan permintaan ganti rugi terhadap PLN terkai

  • Jumat, 26 Jun 2026 13:42

    Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani dari Aceh Hingga Kalimantan Untung

    Kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai dirasakan manfaatnya, tidak hanya oleh petani di Pulau Jawa, tetapi juga di berbagai daerah. Penurunan ini turut mendongk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.