Minggu, 03 Mei 2026

Internasional

Politikus Swiss Murka, Sosis Babi Dilarang di Menu Sekolah

Jumat, 24 Jun 2016 12:48
Reuters
Ilustrasi sosis babi di Swiss

BASEL – Para politikus dari partai konservatif di Swiss dilaporkan murka usai muncul keputusan untuk dilarangnya penyajian sosis babi di beberapa sekolah yang berlokasi di wilayah Basel Canton.

Dewan Distrik Binningen memutuskan untuk menyetujui dihilangkannya menu babi dari menu di empat sekolah yang berlokasi di distrik tersebut pada tahun ajaran baru.

Namun, keputusan tersebut langsung membuat murka para politikus dari Partai Rakyat Swiss (SVP). Para politikus partai konservatif tersebut menekankan bahwa sosis babi merupakan bagian dari kultur pada hidangan Swiss.

"Kami murka, ketika kami mendengarnya (keputusan dihilangkannya sosis babi), kami pikir kami salah baca," ujar perwakilan dari Partai SVP, Sussanna Keller yang dilansir dari media cetak Basellandschaftliche Zeitung, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (24/6/2016).

Dilaporkan, Keller menuduh pihak Dewan Distrik Binningen memihak kelompok agama minoritas (Islam dan Yahudi) yang menganggap bahwa hidangan dari babi itu haram.

Juru bicara Dewan Distrik Binningen, Bernard Keller menjelaskan bahwa keputusan untuk meniadakan hidangan babi dari menu di sekolah dilakukan usai diadakannya survey yang di mana sekira lima persen orangtua murid tidak menginginkan buah hati mereka mengonsumsi daging itu.

Keller mengatakan bahwa motif dari para orangtua yang menginginkan ditiadakannya hidangan yang terbuat dari daging babi tidak diselidiki lebih jauh oleh pihak dewan.

"(Sebab menyelidiki permintaan orangtua) bukan merupakan praktek yang standar. Jika seseorang memberitahu bahwa anak mereka seorang vegetarian, anda tidak akan bertanya mengapa," papar Keller.

Dikabarkan, Keller menekankan bahwa pihak Dewan Distrik Binningen tidak berencana untuk melarang sepenuhnya kehadiran hidangan babi di sekolah-sekolah. Ia menuturkan bahwa jika sekolah memang ingin tetap menghidangkannya maka boleh, namun pihak sekolah harus tetap menawarkan hidangan alternatif untuk para siswa yang tidak mengonsumsi daging tersebut. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.