- Home
- Internasional
- Prancis akan Larang Atlet Pakai Jilbab dalam Kompetisi Olahraga
Prancis akan Larang Atlet Pakai Jilbab dalam Kompetisi Olahraga
Admin
Kamis, 20 Jan 2022 16:49
Senat Prancis memilih mendukung pelarangan pemakaian jilbab dalam kompetisi olahraga, dengan alasan netralitas adalah persyaratan di lapangan.
Majelis tinggi legislatif Prancis melakukan pemungutan suara pada Selasa malam untuk mendukung usulan amandemen undang-undang yang menetapkan bahwa memakai "simbol agama yang mencolok dilarang" terlibat dalam acara dan kompetisi yang diselenggarakan oleh federasi olahraga.
Dalam teksnya, para senator dengan jelas mengatakan amandemen tersebut bertujuan melarang "pemakaian jilbab dalam kompetisi olahraga". Mereka menambahkan, jilbab bisa berisiko terhadap keamanan atlet yang memakainya saat mereka mempraktekkan cabang olahraga yang digelutinya.
Amandemen tersebut, diusulkan kelompok sayap kanan Les Republicains dan ditentang pemerintah Prancis, meraih 160 suara dan 143 menentang. Sebuah komisi yang terdiri dari anggota Senat dan majelis rendah sekarang harus bersatu untuk menyepakati bunyi teks sebelum dipublikasikan, berarti amandemen masih bisa dibatalkan.
Belum jelas apakah larangan ini akan diterapkan pada Olimpiade Paris 2024 mendatang. Komite Olimpiade belum menanggapi permintaan komentar.
Dalam amandemen tersebut, para senator mengatakan setiap warga negara bebas menjalankan agamanya, tetapi bersikeras bahwa seseorang harus menahan diri untuk tidak menonjolkan perbedaan mereka.
“Hari ini, ada ketidakpastian hukum tentang pemakaian simbol-simbol agama, dan perlu bagi negara untuk secara jelas mendefinisikan aturannya,” bunyi amandemen tersebut, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (20/1).
“Jika pemakaian jilbab tidak secara eksplisit dilarang, kita bisa melihat munculnya klub olahraga komunitas yang mempromosikan tanda-tanda agama tertentu.”