- Home
- Internasional
- Remaja Ini Alami Kelumpuhan Setelah Makan Hewan Kecil Bercangkang
Remaja Ini Alami Kelumpuhan Setelah Makan Hewan Kecil Bercangkang
Kamis, 08 Mar 2018 10:55
Seorang remaja asal Sydney, Australia, Sam Ballard harus menerima takdir menyedihkan setelah menerima hadiah siput kebun. Sam menelan siput kebun tersebut sebagai hadiah ulang tahun ke-19. Namun naasnya setelah memakan siput tersebut Sam langsung tidak sadarkan diri.
Dia mengalami koma selama 420 hari setelah tertular virus yang ada di dalam siput tersebut. Dilansir TribunJakarta.com dari Metro, dokter menyebut bahwa siput yang Sam makan telah terinfeksi cacing tikus.
Hal tersebut menyebabkan infeksi pada otak, sehingga berdampak Sam akan mengidap meningitis. Sam sudah menghabiskan tiga tahun di rumah sakit. Saat ini Sam hanya bisa menggunakan kursi roda seumur hidupnya.
Bahkan pria yang saat ini sudah berusia 28 tahun tersebut sering mengalami kejang. Ibu Sam, Katie Ballard mengajukan tunjangan pada pihak asuransi untuk mengurangi pengeluaran untuk pengobatan anaknya.
Seorang remaja asal Sydney, Australia, Sam Ballard harus menerima takdir menyedihkan setelah menerima hadiah siput kebun. Sam menelan siput kebun tersebut sebagai hadiah ulang tahun ke-19. Namun naasnya setelah memakan siput tersebut Sam langsung tidak sadarkan diri.
Dia mengalami koma selama 420 hari setelah tertular virus yang ada di dalam siput tersebut. Dilansir TribunJakarta.com dari Metro, dokter menyebut bahwa siput yang Sam makan telah terinfeksi cacing tikus.
Hal tersebut menyebabkan infeksi pada otak, sehingga berdampak Sam akan mengidap meningitis. Sam sudah menghabiskan tiga tahun di rumah sakit. Saat ini Sam hanya bisa menggunakan kursi roda seumur hidupnya.
Bahkan pria yang saat ini sudah berusia 28 tahun tersebut sering mengalami kejang. Ibu Sam, Katie Ballard mengajukan tunjangan pada pihak asuransi untuk mengurangi pengeluaran untuk pengobatan anaknya.
Sejak tahun 2016 Sam telah menerima bantuan dari lembaga asuransi the National Disability In Scheme (NDIS) sebesar 300 ribu Pounds. Katie sering mengunggah proses penyembuhan Sam di media sosial.
'Sam baik-baik saja,' tulisnya di laman Facebook Ms Ballard. Katie juga berharap anaknya dapat berjalan lagi.
"Dia masih nakal seperti Sam dulu, banyak tawa. Dia akan berjalan dan berbicara lagi, ini hanya faktor waktu saja yang kita tidak tahu kapan itu akan terjadi," ujar Katie.
(Tribunnews.com)
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener