- Home
- Internasional
- Rusia Kuasai Rektor Nuklir Terbesar Eropa di Ukraina Setelah Penyerangan
Rusia Kuasai Rektor Nuklir Terbesar Eropa di Ukraina Setelah Penyerangan
Admin
Jumat, 04 Mar 2022 16:50
Otoritas Ukraina hari ini mengatakan kobaran api yang terjadi di reaktor nuklir terbesar di Eropa akibat serangan pasukan Rusia sudah berhasil dipadamkan. Rusia kini menguasai penuh lokasi reaktor nuklir itu.
Ada kerusakan di kompartemen reaktor No. 1 di pembangkit nuklir Zaporizhzhia di Kota Enerhodar, namun kerusakan itu tidak berdampak pada keamanan dari reaktor, kata pernyataan komando militer daerah. Pihak berwenang menuturkan petugas operasional kini tengah mengamankan situasi. Belum ada informasi jumlah korban akibat serangan Rusia itu. Pejabat Ukraina mengatakan tingkat radiasi di kawasan itu tidak dalam kadar yang berbahaya.
Dilansir dari laman Time, Jumat (4/3), peristiwa penyerangan reaktor nuklir itu sempat membuat otoritas nuklir Ukraina khawatir akan terjadinya kerusakan. Insiden ini membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menelepon Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan sejumlah pemimpin negara lainnya. Departemen Energi AS mengaktifkan tim pencegahan atas kejadian ini.
Juru bicara pembangkit nuklir di Kota Enerhodar mengatakan kepada stasiun televisi Ukraina, tembakan pasukan Rusia menimbulkan api di reaktor yang saat ini tidak sedang beroperasi, kata the Associated Press. Serangan itu mengenai salah satu dari enam reaktor yang ada.
"Kami meminta mereka menghentikan tembakan dari senjata berat," kata juru bicara Andry Tuz dalam unggahan video di Telegram. "Ada ancaman serius dari bahaya nuklir dari pusat energi atom terbesar di Eropa."
Komando militer daerah Zaporizhzhia menuturkan, penanganan di lokasi memperlihatkan tingkat radiasi di wilayah itu "masih tidak berubah dan tidak membahayakan nyawa dan kesehatan dari penduduk di sana."
Dalam pidatonya yang emosional pada tengah malam, Zelenskyy mengatakan dia khawatir ledakan di reaktor akan menjadi "akhir dari segalanya. Akhir dari Eropa dan evakuasi Eropa."