Kamis, 23 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Saat Kasus Covid-19 Meroket, Para Politikus India Justru Sibuk Kampanye Pemilu

Saat Kasus Covid-19 Meroket, Para Politikus India Justru Sibuk Kampanye Pemilu

Admin
Senin, 10 Jan 2022 10:01
merdeka.com

India telah melaporkan 141.986 kasus Covid-19 harian - terbanyak sejak akhir Mei 2021 - karena varian Omicron mengambil alih dominasi varian Delta di berbagai kota besar.

Kementerian Kesehatan pada Sabtu juga melaporkan 285 kasus baru kematian, sehingga total kasus kematian menjadi 483.463 dan total infeksi 35,37 juta.

Kasus virus corona ini dipicu varian Omicron yang sangat menular yang meroket di seluruh India. Hal ini mendorong pemerintah federal dan negara bagian dengan cepat memberlakukan berbagai pembatasan ketat.

Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (9/1), jam malam kembali diterapkan di restoran dan bar yang beroperasi dengan setengah kapasitas. Beberapa negara bagian menutup sekolah dan bioskop serta perkumpulan besar dikurangi.

Terlepas dari kondisi itu, para pemimpin politik India justru sibuk menggelar kampanye massal menjelang pemungutan suara negara bagian yang penting. Kampanye para politikus ini dipadati puluhan ribu warga, dan kebanyakan tanpa masker.

Keadaan ini sama dengan musim pemilu tahun lalu, ketika varian Delta mengamuk di India dan membuat negara itu menjadi negara yang paling terpukul di dunia.

Lonjakan kasus Covid tahun lalu sebagian disebakan kerumunan besar dalam kampanye pemilu, di mana para politikus, termasuk Perdana Menteri Narendra Modi, kerap muncul tanpa masker dan berpidato di hadapan massa.

Gelombang pandemi itu menyebabkan sistem kesehatan India lumpuh, di mana banyak orang sampai harus memohon agar mendapatkan tabung oksigen dan tempat tidur rumah sakit. Krematorium penuh. Kasus kematian harian melampaui angka 4.000 selama puncak krisis tersebut, di mana sedikitnya 200.000 orang meninggal antara Maret dan Mei, di mana angka tersebut diyakini jauh lebih kecil dari yang sebenarnya.

Pejabat kesehatan mengatakan, lonjakan baru ini menyebabkan kematian yang lebih kecil dan banyak kasus tanpa gejala. Tapi mereka memperingatan jangan meremehkan Omicron dan mengatakan beberapa kasus, bahkan walaupun lebih ringan, masih bisa menekan sistem kesehatan India yang rapuh.

Secara keseluruhan, kasus harian baru meningkat hampir empat kali lipat pekan lalu. Rawat inap di rumah sakit meningkat dan tenaga kesehatan di beberapa negara bagian diminta memotong jatah liburan musim dingin mereka.

Kota-kota mengalami lonjakan masif, di mana Mumbai, ibu kota keuangan India, melampaui angka kasus harian tertinggi sebelumnya. Kasus Covid baru di lima negara bagian yang terlibat dalam kampanye pemilu - Uttar Pradesh, Punjab, Uttarakhand, Goa dan Manipur - melonjak.

Selama beberapa pekan terakhir, Modi berpidato di pertemuan besar di beberapa kota, khususnya di Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di yang dikuasai Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Modi. Partai oposisi juga menggelar kampanye, melanggar pedoman kesehatan.

Awal pekan ini, partai Kongres menyelenggarakan maraton di mana ribuan orang berlari tanpa masker dan sangat padat tanpa jarak sehingga peserta saling bertubrukan.

Kepala menteri New Delhi, Arvind Kejriwal, tertular virus corona setelah dia terlihat tanpa masker saat memimpin kampanye rapat umum politik di beberapa negara bagian.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.