Rabu, 06 Mei 2026

Internasional

Sehari Setelah Debat, Hillary dan Trump Makan Malam Bersama

Jumat, 21 Okt 2016 13:19
Reuters
Calon Presiden AS, Hillary Clinton dan Donald Trump berjabat tangan saat bertemu dalam acara makan malam Al Smith di New York, 20 Oktober 2016.

NEW YORK – Sehari setelah saling serang dalam acara debat terakhir, Calon Presiden Amerika Serikat (Capres AS) Donald Trump dan Hillary Clinton akan bertemu dalam acara makan malam di New York. Keduanya menghormati tradisi yang telah berlangsung selama 56 tahun dengan menghadiri jamuan makan malam Al Smith (Al Smith Dinner) di Hotel Waldorf Astoria, New York.

Acara tersebut adalah event penggalangan dana tahunan bagi anak-anak yang digelar di New York pada Selasa pekan ketiga Oktober. Setiap empat tahun, acara ini menjadi sebuah ajang pamer para capres AS dan menjadi ajang terakhir kedua kandidat berbagi panggung menjelang pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres).

Dalam jamuan makan malam tersebut, tempat duduk Hillary dan Trump hanya dipisahkan satu kursi. Kardinal New York, Timothy Dolan, akan ditempatkan di kursi tersebut dan bertugas sebagai juru damai jika keadaan memanas. Kecanggungan sepertinya masih tampak pada kedua kandidat yang menolak untuk berjabat tangan usai debat terakhir di University of Nevada, Las Vegas.

"Saya tentu memperkirakan acara makan malam ini akan seperti yang selama ini berjalan: sebuah kesempatan bagi kedua kandidat mengesampingkan politik partisan untuk malam ini. Saya mengantisipasi kami akan menemukan humor yang baik dan beradab yang dari dulu dikenal dari acara makan malam ini," kata juru bicara Keuskupan Agung New York Joseph Zwiling sebagaimana dilansir Associated Press, Jumat (21/10/2016). Keuskupan Agung New York bertindak sebagai tuan rumah acara Al Smith Diner ini.

Pada perhelatan empat tahun lalu, Barack Obama dan Mitt Romney saling mengesampingkan perbedaan mereka dan bertukar lelucon ringan. Namun, melihat gaya kampanye keduanya, dikhawatirkan candaan Trump dan Hillary dalam jamuan kali ini justru memperkeruh suasana.

Trump akan menjadi pembicara pertama pada acara yang berlangsung Kamis malam waktu setempat itu diikuti oleh Hillary. Tim kampanye masing-masing capres mengonfirmasi keduanya akan hadir. Namun, tim sukses Hillary dan Trump menolak untuk berkomentar ataupun memberikan preview mengenai pidato jagoan mereka. (Okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.