Kamis, 23 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Seorang Pria Tewas Dikeroyok Massa di Pakistan karena Diduga Lakukan Penistaan Agama

Seorang Pria Tewas Dikeroyok Massa di Pakistan karena Diduga Lakukan Penistaan Agama

Admin
Senin, 14 Feb 2022 16:58
merdeka.com

Massa membunuh seorang pria yang diduga membakar Alquran di Pakistan tengah, kekerasan terbaru terkait kasus dugaan penistaan agama di negara tersebut.

Polisi menyampaikan, lebih dari 80 orang telah ditangkap terkait pengeroyokan ini pada Sabtu di distrik Khanewal, Provinsi Punjabi. Laporan mengatakan pria tersebut ditahan polisi sebelum massa datang mencarinya.

Jasadnya diserahkan ke keluarganya dan pemakaman dilakukan pada Minggu, seperti dikutip dari BBC, Senin (14/2).

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan mengatakan kasus tersebut akan ditangani secara hukum dan meminta laporan terkait petugas polisi yang gagal melaksanakan tugasnya untuk melindungi pria tersebut.

PM Khan mengatakan pemerintahannya tidak akan mentoleransi siapapun yang main hakim sendiri.

Pejabat kepolisian, Munawar Hussain menyampaikan petugas polisi menemukan pria yang berusia 40-an tahun itu tidak sadarkan diri dan diikat ke sebuah pohon. Khanewal berlokasi di 275 kilometer di barat daya Lahore.

"Warga desa yang bersenjatakan tongkat, kapak, dan batang besi membunuhnya dan menggantung badannya di sebuah pohon," jelas Hussain kepada Reuters.

Kepala kantor kepolisian Tulamba, Munawar Gajjar, yang merupakan TKP pengeroyokan, mengatakan kepada AP korban mengalami ketidakstabilan mental selama 15 tahun terakhir.

Pembunuhan ini terjadi hanya dua bulan setelah seorang manajer pabrik Sri Lanka dikeroyok hingga tewas dan dibakar oleh massa terkait dugaan penistaan agama di kota Sialkot, Provinsi Punjabi

UU penistaan agama Pakistan menetapkan hukuman mati bagi siapapun yang menghina Islam, tapi para pengkritik mengatakan UU itu telah dimanfaatkan untuk mempersekusi minoritas.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.