Sabtu, 20 Jun 2026

Serang ISIS, Obama Tak Ingin Lukai Warga Sipil Suriah

Selasa, 24 Nov 2015 14:15
ABC News
Presiden Amerika Serikat Barrack Obama.
WASHINGTON – Pasca-teror Paris, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama semakin gencar membombardir markas besar kelompok militan ISIS. Meski begitu, sebuah survei yang dimuat CBS News baru-baru ini menunjukkan serangan yang diluncurkan Obama dinilai lebih halus dibandingkan saat AS membunuh pemimpin jaringan teroris Al Qaeda, Osama bin Laden, pada 2011.

Berbeda dengan gaya serangan Rusia yang langsung dan tanpa aba-aba, Presiden Obama memang cenderung bersikap hati-hati memerangi ISIS. Terlihat dalam strategi serangannya, tentara AS selalu menebar selebaran berisi pengumuman akan dibom dari pesawatnya sebelum menjatuhkan serangan.

Pemerintah AS berharap selebaran itu dibaca para sopir tangki minyak ISIS agar mereka bersiap kabur dan tidak turut menjadi korban dalam penggempuran tersebut. Segera setelah selebaran dijatuhkan, tentara AS yang menyamar juga diturunkan untuk berpura-pura berlari seolah bom itu sudah dijatuhkan untuk menakut-nakuti sopir tangki lainnya.

Diberitakan CBS News, Selasa (24/11/2015), pasukan AS sebelumnya bahkan pernah diminta menghentikan serangan secara mendadak ketika terdeteksi keberadaan warga sipil di lokasi penjatuhan bom. Minimal jika terlihat di monitor ada lima orang saja warga sipil di lokasi, serangan udara pasti ditunda. AS akan menunggu sampai warga sipil itu pergi atau dievakuasi.

Prancis sendiri telah memulai serangan melawan ISIS dari sebuah kapal induk di Mediterania Timur. Sementara Rusia sudah menembaki ISIS yang bermarkas di Suriah sebanyak 42 kali.

Semua serangan itu menargetkan tangki-tangki minyak yang hendak diselundupkan ISIS dan dijual ke pasar-pasar ilegal. Selama sepekan terakhir, AS sudah mengebom sebanyak dua kali dan menghancurkan sekira 500 truk tangki minyak kelompok militan tersebut.

Dalam polling yang diterbitkan CBS News pada Senin pagi, hanya 36 persen warga negara Amerika Serikat yang meyakini presiden mereka sudah mengerahkan upaya terbaik dalam memerangi terorisme. Persentase tersebut dinilai 72 persen lebih rendah dibandingkan pengerahan pasukan AS saat memburu Osama bin Laden pada 2011.

Selain itu, hanya 23 persen warga AS yang percaya bahwa presiden mereka tahu benar strategi yang harus diluncurkan dalam menangani ISIS. Termasuk, menjalankan strateginya dalam menjatuhkan serangan udara ke Irak dan Suriah, terutama dalam membidik target terbesar mereka, tangki-tangki minyak milik ISIS.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:43

    Prabowo Janji Beri Dukungan ke Timnas Indonesia agar Lolos Piala Dunia 2030

    Presiden Prabowo Subianto memastikan akan memberikan dukungan kepada Timnas sepak bola Indonesia agar dapat lolos dan berlaga di Piala Dunia 2030. Dia berjanji akan mendukung semua program PSSI terkai

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:42

    TNI AL Usulkan Nama Gajah Mada atau Soedirman untuk Kapal Induk Indonesia Pertama

    Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah mengajukan dua nama tokoh bersejarah untuk kapal induk pertama Indonesia. Usulan ini mencakup Gajah Mada dan Jenderal Soedirman, dua figur yang

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:39

    SPPG Diminta Satgas MBG Ambil Telur dan Daging dari Koperasi Peternak Unggas Jawa Tengah

    Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah sepakat bakal menyerap telur dan daging ayam dari para peternak unggas Jateng selama dua kali dalam seminggu. Kesepakatan

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:33

    Suami Korban Pembunuhan di Ujung Batu Rohul Diringkus

    PASIR PENGARAIAN - Jajaran Polres Rohul dan Polsek Ujung Batu berhasil meringkus suami korban pembunuhan di Dusun II Simpang Baru, Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Rohul.Saat ini, pria yang diduga ku

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:28

    Tingkatkan Transparansi Publik, Polda Rilis Daftar Nama Kasi Humas Polres se-Riau

    PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau memastikan seluruh Kepala Seksi (Kasi) Humas di jajaran kepolisian resor telah menerima pembekalan intensif mengenai manajemen media dan komunikasi publik. P

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.