- Home
- Internasional
- Serangan Drone Pemberontak Huthi Tewaskan Tiga Orang di Uni Emirat Arab
Serangan Drone Pemberontak Huthi Tewaskan Tiga Orang di Uni Emirat Arab
Admin
Selasa, 18 Jan 2022 10:57
Dugaan serangan pesawat tak berawak (drone) menewaskan tiga orang yang menyasar tangki bahan bakar di Abu Dhabi pada Senin, kata para pejabat. Beberapa jam setelah pemberontak Huthi Yaman mengumumkan "operasi militer" di Uni Emirat Arab (UEA), kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan memperingatkan bahwa mereka dapat menargetkan lebih banyak fasilitas.
Dua orang India dan seorang warga Pakistan tewas saat tiga tangki bensin meledak dekat fasilitas penyimpanan perusahaan minyak raksasa ADNOC, sementara api juga merembet di area konstruksi di bandara Abu Dhabi.
Pemberontak Huthi yang didukung Iran mengumumumkan "operasi militer" di UEA, mitra dalam koalisi pro-pemerintah Yaman, yang akan menjadi eskalasi besar dalam perang tujuh tahun tersebut.
Beberapa jam kemudian, Huthi mengklaim bertanggung jawab, mengatakan telah menargetkan "sejumlah situs dan instalasi Emirat yang penting dan sensitif".
"Angkatan bersenjata melakukan operasi militer yang sukses dalam kerangka operasi bernama Badai Yaman," kata juru bicara militer Huthi, Yahya Saree dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di saluran TV pemberontak Al-Masirah, dikutip dari laman France 24, Selasa (18/1).
Polisi mengatakan "benda terbang kecil" ditemukan di kedua tempat, menunjukkan jenis serangan yang disengaja yang hampir tidak pernah terjadi di UEA .
"Penyelidikan awal menunjukkan deteksi benda terbang kecil, mungkin milik pesawat tak berawak, yang jatuh di dua daerah dan mungkin menyebabkan ledakan dan kebakaran," jelas polisi dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa insiden itu sedang diselidiki.
UEA mengancam pembalasan terhadap pemberontak Huthi.
"UEA berhak untuk menanggapi serangan teroris ini dan eskalasi kriminal keji ini," kata pernyataan kementerian luar negeri, yang dikutip oleh kantor berita resmi WAM.
Arab Saudi dan Bahrain menyebut ledakan itu sebagai serangan "teroris".
Saree mengatakan di Twitter, pasukan bersenjata pemberontak akan "mengumumkan operasi militer penting di UEA dalam beberapa jam mendatang".
Menurut Abdul Ilah Hajar, penasihat presiden Dewan Politik Tertinggi Huthi di Sanaa, itu adalah tembakan peringatan dari pemberontak.
"Kami mengirimi mereka pesan peringatan yang jelas dengan menghantam tempat-tempat yang tidak memiliki kepentingan strategis yang besar," jelasnya kepada AFP.
"Tapi itu adalah peringatan jika UEA melanjutkan permusuhannya ke Yaman, di masa depan tidak akan mampu menahan serangan yang akan datang."
Sekjen PBB, Antonio Guterres melalui juru bicaranya mengecam serangan tersebut dan meminta "semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan mencegah eskalasi apa pun."
"Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dilarang oleh hukum humaniter internasional," jelas juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.
Prancis juga mengecam keras serangan itu.
"Serangan ini mengancam keamanan Uni Emirat Arab dan stabilitas regional," kata Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian seraya menyatakan dukungan untuk UEA.