Sabtu, 02 Mei 2026

Internasional

Serangan Gas Beracun di Aleppo Lukai 107 Orang

Senin, 26 Nov 2018 15:01
Detik.com
Damaskus - Serangan gas beracun dilaporkan kembali terjadi di kota Aleppo, Suriah. Sedikitnya 107 orang harus dirawat di rumah sakit akibat serangan gas beracun ini.

Seperti dilansir CNN, Senin (26/11/2018), informasi soal serangan gas beracun di kota Aleppo yang kini dikuasai pemerintah Suriah ini dilaporkan oleh kantor berita Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA).

Tidak disebut lebih lanjut pihak yang mendalangi serangan gas beracun. Dalam laporannya, SANA menyebut 'kelompok teroris' sebagai pihak yang melakukan serangan gas beracun itu.

"Kelompok-kelompok teroris menggempur area-area permukiman di Aleppo dengan proyektil peledak yang mengandung gas beracun yang membuat warga sipil sesak napas," sebut Komandan Jenderal Issam al-Shilli dari Kepolisian Aleppo kepada SANA.

Dilaporkan SANA yang mengutip sejumlah sumber rumah sakit setempat bahwa korban luka-luka akibat gas beracun itu mencapai 107 orang. Beberapa korban luka ini menjalani perawatan di rumah sakit, dengan luka-luka yang dialami bervariasi dari ringan hingga menengah.

SANA melaporkan bahwa militer Suriah membalas serangan itu menggempur sumber serangan gas beracun, tanpa menjelaskan lebih lanjut lokasi yang digempur.

Secara terpisah, laporan kantor berita Rusia, RIA-Novosti, menyebut sejumlah pesawat tempur Rusia menggempur target-target pemberontak Suriah. Diketahui bahwa Rusia merupakan sekutu Suriah yang mendukung pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Dalam pernyataannya, Syrian Observatory for Human Rights menyebut ada 94 warga sipil, termasuk puluhan anak-anak, yang mengalami sesak napas usai serangan gas beracun terjadi di Aleppo.

Jika serangan gas beracun ini terbukti benar terjadi, maka bukan yang pertama terjadi di wilayah Suriah. Pada Mei lalu, sejumlah kelompok aktivitas kemanusiaan Suriah melaporkan adanya serangan gas brutal di kota Douma, Ghouta Timur. Serangan gas beracun itu ditargetkan untuk sisa-sisa pemberontak di Douma, namun menewaskan puluhan warga sipil.



(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.