Selasa, 30 Jun 2026

Internasional

Serangan Gas Beracun di Aleppo Lukai 107 Orang

Senin, 26 Nov 2018 15:01
Detik.com
Damaskus - Serangan gas beracun dilaporkan kembali terjadi di kota Aleppo, Suriah. Sedikitnya 107 orang harus dirawat di rumah sakit akibat serangan gas beracun ini.

Seperti dilansir CNN, Senin (26/11/2018), informasi soal serangan gas beracun di kota Aleppo yang kini dikuasai pemerintah Suriah ini dilaporkan oleh kantor berita Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA).

Tidak disebut lebih lanjut pihak yang mendalangi serangan gas beracun. Dalam laporannya, SANA menyebut 'kelompok teroris' sebagai pihak yang melakukan serangan gas beracun itu.

"Kelompok-kelompok teroris menggempur area-area permukiman di Aleppo dengan proyektil peledak yang mengandung gas beracun yang membuat warga sipil sesak napas," sebut Komandan Jenderal Issam al-Shilli dari Kepolisian Aleppo kepada SANA.

Dilaporkan SANA yang mengutip sejumlah sumber rumah sakit setempat bahwa korban luka-luka akibat gas beracun itu mencapai 107 orang. Beberapa korban luka ini menjalani perawatan di rumah sakit, dengan luka-luka yang dialami bervariasi dari ringan hingga menengah.

SANA melaporkan bahwa militer Suriah membalas serangan itu menggempur sumber serangan gas beracun, tanpa menjelaskan lebih lanjut lokasi yang digempur.

Secara terpisah, laporan kantor berita Rusia, RIA-Novosti, menyebut sejumlah pesawat tempur Rusia menggempur target-target pemberontak Suriah. Diketahui bahwa Rusia merupakan sekutu Suriah yang mendukung pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Dalam pernyataannya, Syrian Observatory for Human Rights menyebut ada 94 warga sipil, termasuk puluhan anak-anak, yang mengalami sesak napas usai serangan gas beracun terjadi di Aleppo.

Jika serangan gas beracun ini terbukti benar terjadi, maka bukan yang pertama terjadi di wilayah Suriah. Pada Mei lalu, sejumlah kelompok aktivitas kemanusiaan Suriah melaporkan adanya serangan gas brutal di kota Douma, Ghouta Timur. Serangan gas beracun itu ditargetkan untuk sisa-sisa pemberontak di Douma, namun menewaskan puluhan warga sipil.



(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 13:33

    Buntut 5 Korban Jiwa, Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Resmi Dihapus

    JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghapus latihan menembak dalam pendidikan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP). Kebijakan

  • Selasa, 30 Jun 2026 13:30

    Belajar Ketahanan Pangan, Mahasiswa KKN Unri Gali Potensi Bisnis Peternakan Puyuh di Pekanbaru

    PEKANBARU - Sebanyak 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Riau terjun langsung menemui peternak burung puyuh lokal Pekanbaru. Para mahasiswa

  • Selasa, 30 Jun 2026 13:29

    Edukasi Pelajar SD di Bengkalis Tanamkan Literasi Digital dan Cegah Bullying

    BENGKALIS â€" Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis terus memperkuat literasi digital bagi pelajar melalui Program Diskominfotik Sambangi Sekolah (DSS). Kali

  • Selasa, 30 Jun 2026 13:20

    PT IIS Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi untuk Menyiapkan Talenta Siap Kerja

    PELALAWANâ€" PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan siap memasuki dunia kerja. Melal

  • Selasa, 30 Jun 2026 11:50

    Senyum Syukur Warga Pematang Pudu dan Buluh Manis Sambut Paket Sembako Murah

    Ia menegaskan bahwa hubungan baik yang terjalin selama ini merupakan landasan kemitraan yang saling menguntungkan. Ia menilai bahwa keberadaan PHR telah memberikan dampak yang positif bagi masyarakatn

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor